Capek Main Dating Apps? Pakar Hubungan Bilang Cinta Justru Sering Datang dari Hobi

Semakin banyak orang merasa lelah menggunakan aplikasi kencan. Pakar hubungan Amy Chan membagikan cara bertemu pasangan secara alami lewat hobi, komunitas, dan aktivitas yang membuat hidup lebih menyenangkan tanpa tekanan.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Cara mencari pasangan tanpa dating apps
Highlights
  • Hampir 8 dari 10 orang mengaku lelah menggunakan aplikasi kencan.
  • Pakar hubungan menyarankan mencari pasangan lewat komunitas dan hobi, bukan sekadar swipe layar.
  • Efek sering bertemu secara langsung bisa membuat ketertarikan tumbuh lebih alami.
  • Fokus menikmati aktivitas justru membuka peluang bertemu orang yang tepat.

Pernah merasa bosan membuka aplikasi kencan, menggeser profil ke kanan atau kiri, lalu berakhir dengan obrolan yang tidak ke mana-mana?

Kalau iya, ternyata kamu tidak sendirian. Menurut survei Forbes Health 2025, sekitar 78 persen pengguna dating apps mengaku merasa lelah, baik secara emosional, mental, maupun fisik. Fenomena ini bahkan punya istilah sendiri, yaitu dating app fatigue.

Lalu kalau bukan lewat aplikasi, bagaimana cara bertemu orang baru?

Menurut relationship coach Amy Chan, jawabannya justru lebih sederhana daripada yang dibayangkan.

Berhenti Mencari, Mulailah Menjalani Hobi

Amy Chan, penulis buku Unsingle, menyarankan satu hal yang sering dilupakan banyak orang: lakukan aktivitas yang memang kamu sukai.

Entah itu ikut komunitas lari, kelas melukis, kursus memasak, yoga, fotografi, hingga workshop kerajinan tangan. Ketika rutin datang ke tempat yang sama, kamu akan mulai bertemu wajah-wajah yang sama pula.

Di situlah peluang muncul.

Dalam psikologi, ada konsep yang disebut mere exposure effect, yaitu kecenderungan seseorang menjadi lebih menyukai orang lain karena sering melihat atau bertemu dengannya.

Hubungan yang tumbuh perlahan seperti ini sering kali terasa lebih alami dibandingkan perkenalan yang dimulai dari sebuah profil digital.

Cari Lingkungan yang Punya Tujuan Bertumbuh

Yang menarik, Amy Chan juga menyarankan untuk lebih sering datang ke komunitas yang berisi orang-orang yang ingin berkembang.

Misalnya seminar, kelas keterampilan, retreat, kegiatan sosial, atau komunitas yang sesuai dengan minatmu.

Orang-orang di tempat seperti ini biasanya datang bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk belajar, memperluas wawasan, dan memperbaiki diri.

Kesamaan nilai seperti inilah yang sering menjadi fondasi hubungan yang lebih sehat dan bertahan lama.

Jangan Datang dengan Target Harus Dapat Pacar

Ini mungkin saran yang terdengar aneh.

Kalau tujuanmu datang ke sebuah komunitas hanya untuk mencari pasangan, kamu justru bisa memberi tekanan berlebihan pada diri sendiri.

Sebaliknya, datanglah dengan niat menikmati aktivitas, menambah teman, dan memperluas pergaulan.

Ketika ekspektasi berkurang, percakapan terasa lebih santai. Kamu juga lebih mudah menjadi diri sendiri tanpa merasa harus tampil sempurna.

Ironisnya, justru dalam kondisi seperti itulah banyak hubungan bermula.

Kadang Pertemuan Terbaik Tidak Dimulai dari Swipe

Aplikasi kencan memang tetap menjadi pilihan bagi banyak orang. Tidak ada yang salah dengan itu.

Namun jika kamu mulai merasa lelah atau kehilangan semangat, mungkin sekarang saatnya mencoba cara yang lebih sederhana.

Ikut kelas baru, bergabung dengan komunitas, atau menjalani hobi yang selama ini tertunda bisa memberikan lebih dari sekadar pengalaman baru. Bisa jadi, di tempat yang sama, kamu juga bertemu seseorang yang selama ini tidak pernah muncul di layar ponselmu.

Karena pada akhirnya, hubungan yang paling berkesan sering kali tidak dimulai dari algoritma, melainkan dari dua orang yang kebetulan menikmati hal yang sama.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.