Kalau belakangan kamu melihat berita tentang wabah penyakit yang menyebar lewat makanan, ada satu nama yang mulai sering muncul: Cyclospora.
Namanya memang belum sepopuler salmonella atau E. coli. Namun di Amerika Serikat, infeksi parasit ini sedang menjadi perhatian otoritas kesehatan setelah ratusan orang dilaporkan jatuh sakit dalam waktu singkat.
Hingga awal Juli, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sedikitnya 843 kasus Cyclospora dengan 86 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit. Angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena proses pelaporan dari berbagai negara bagian masih terus berlangsung.
Yang membuat situasi ini menarik adalah penyebab penyebarannya masih menjadi misteri. Belum ada satu jenis makanan atau minuman yang dipastikan sebagai sumber utama wabah.
Apa Itu Cyclospora?
Cyclospora adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis. Penularannya biasanya terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Gejala paling umum adalah diare berair yang bisa berlangsung selama beberapa minggu. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, mual, hingga tubuh terasa lemas.
Kabar baiknya, infeksi ini jarang berakibat fatal. Menurut CDC, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa parasit tersebut mengalami mutasi sehingga menjadi lebih berbahaya atau lebih mudah menular.
Kenapa Wabah Ini Sulit Dilacak?
Masalahnya, sumber penyebaran Cyclospora kali ini belum berhasil ditemukan.
Pada wabah-wabah sebelumnya, parasit ini sering dikaitkan dengan produk segar seperti selada, daun ketumbar, basil, raspberry, hingga berbagai sayuran yang dikonsumsi tanpa dimasak.
Karena belum ada sumber pasti, restoran, supermarket, hingga pelaku industri pertanian di Amerika masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut sebelum mengambil langkah tambahan.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Meski kasus saat ini terjadi di Amerika Serikat, kebiasaan menjaga kebersihan makanan tetap penting dilakukan di mana pun.
Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain:
- Selalu mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
- Cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan atau menyentuh makanan.
- Gunakan air bersih saat mencuci bahan makanan.
- Hindari mengonsumsi makanan yang kebersihannya diragukan.
Jika mengalami diare berair selama beberapa hari disertai penurunan berat badan atau hilangnya nafsu makan, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis. Penanganan yang tepat dapat mempercepat pemulihan sekaligus membantu proses pelacakan jika memang berkaitan dengan wabah.
Di Indonesia sendiri belum ada laporan mengenai lonjakan kasus Cyclospora seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Namun meningkatnya mobilitas manusia dan distribusi pangan global membuat kebiasaan menjaga kebersihan makanan menjadi semakin penting. Kadang, perlindungan terbaik justru dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.







