Tom Holland Bongkar Rahasia di Balik Spider-Man: Brand New Day, Versi Awalnya Sampai Dibenci Tim Sendiri

Tom Holland mengungkap versi awal Spider-Man: Brand New Day sempat gagal karena terlalu banyak mengikuti masukan penonton saat test screening. Pengalaman tersebut akhirnya mengubah proses penyuntingan hingga film tampil seperti yang kini disaksikan di bioskop.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Β©Sony Pictures/Courtesy Everett Collection
Highlights
  • Tom Holland mengungkap versi awal Spider-Man: Brand New Day sempat dianggap gagal.
  • ilm diubah mengikuti masukan penonton saat test screening, tetapi hasilnya justru mengecewakan.
  • "Kami membencinya. Film itu sama sekali tidak berhasil," kata Tom Holland.
  • Pengalaman tersebut membuat tim kreatif mengubah arah penyuntingan sebelum film akhirnya dirilis.

Kalau selama ini kamu mengira film blockbuster langsung jadi begitu proses syuting selesai, ternyata kenyataannya jauh lebih rumit.

Bahkan Spider-Man: Brand New Day, yang kini sukses mencuri perhatian penonton, ternyata pernah memiliki versi yang justru dibenci oleh orang-orang yang membuatnya sendiri.

Hal itu diungkap langsung oleh Tom Holland saat menjalani tur promosi film tersebut.

Menurut Holland, salah satu versi awal film dibuat dengan mengikuti hampir semua masukan dari penonton yang diundang dalam sesi test screening. Tujuannya sederhana: membuat film sesuai dengan keinginan publik.

Masalahnya, hasil akhirnya justru tidak sesuai harapan.

β€œKami menonton versi itu dan kami membencinya. Film itu benar-benar tidak bekerja,”

Tom Holland

Ia menjelaskan bahwa versi tersebut memang berisi banyak hal yang diminta penonton. Namun, di sisi lain, film itu kehilangan arah yang sebenarnya ingin dibangun oleh tim kreatif.

Yang menarik, pengalaman itu justru menjadi pelajaran penting.

Holland mengatakan sebuah film bisa berubah berkali-kali di ruang editing. Adegan dipindahkan, dialog dipotong, bahkan alur cerita bisa berubah hanya karena proses penyuntingan.

Perdebatan soal test screening sebenarnya bukan hal baru di Hollywood.

Belum lama ini, pencipta Star Wars, George Lucas, juga mengkritik kebiasaan studio yang terlalu bergantung pada pendapat kelompok penonton sebelum film dirilis.

Menurut Lucas, penonton memang bisa memberi tahu bagian mana yang mereka sukai atau tidak sukai. Namun, bukan berarti mereka harus ikut menentukan bagaimana sebuah film dibuat.

β€œFilm seharusnya dibuat oleh orang yang punya cerita dan tahu bagaimana cara menceritakannya,” kata Lucas.

Pendapat serupa juga pernah muncul dari sutradara James Gunn. Saat menguji coba film Superman, sebagian penonton meminta sebuah adegan dihapus. Gunn memilih mempertahankannya karena merasa adegan tersebut penting bagi ceritanya.

Kalau dipikir-pikir, pengakuan Tom Holland membuka sisi lain dari industri film yang jarang diketahui penonton.

Ternyata, film yang akhirnya kita tonton di bioskop bukan selalu versi pertama yang dibuat. Di balik dua jam yang tampil di layar lebar, bisa jadi ada puluhan keputusan sulit, perdebatan panjang, bahkan versi film yang akhirnya dibuang karena dianggap tidak berhasil.

Dan dalam kasus Spider-Man: Brand New Day, versi yang hampir mengikuti semua keinginan penonton justru menjadi versi yang paling ingin mereka lupakan.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.