Kalau selama ini kamu mengira film blockbuster langsung jadi begitu proses syuting selesai, ternyata kenyataannya jauh lebih rumit.
Bahkan Spider-Man: Brand New Day, yang kini sukses mencuri perhatian penonton, ternyata pernah memiliki versi yang justru dibenci oleh orang-orang yang membuatnya sendiri.
Hal itu diungkap langsung oleh Tom Holland saat menjalani tur promosi film tersebut.
Menurut Holland, salah satu versi awal film dibuat dengan mengikuti hampir semua masukan dari penonton yang diundang dalam sesi test screening. Tujuannya sederhana: membuat film sesuai dengan keinginan publik.
Masalahnya, hasil akhirnya justru tidak sesuai harapan.
βKami menonton versi itu dan kami membencinya. Film itu benar-benar tidak bekerja,β
Tom Holland
Ia menjelaskan bahwa versi tersebut memang berisi banyak hal yang diminta penonton. Namun, di sisi lain, film itu kehilangan arah yang sebenarnya ingin dibangun oleh tim kreatif.
Yang menarik, pengalaman itu justru menjadi pelajaran penting.
Holland mengatakan sebuah film bisa berubah berkali-kali di ruang editing. Adegan dipindahkan, dialog dipotong, bahkan alur cerita bisa berubah hanya karena proses penyuntingan.
Perdebatan soal test screening sebenarnya bukan hal baru di Hollywood.
Belum lama ini, pencipta Star Wars, George Lucas, juga mengkritik kebiasaan studio yang terlalu bergantung pada pendapat kelompok penonton sebelum film dirilis.
Menurut Lucas, penonton memang bisa memberi tahu bagian mana yang mereka sukai atau tidak sukai. Namun, bukan berarti mereka harus ikut menentukan bagaimana sebuah film dibuat.
βFilm seharusnya dibuat oleh orang yang punya cerita dan tahu bagaimana cara menceritakannya,β kata Lucas.
Pendapat serupa juga pernah muncul dari sutradara James Gunn. Saat menguji coba film Superman, sebagian penonton meminta sebuah adegan dihapus. Gunn memilih mempertahankannya karena merasa adegan tersebut penting bagi ceritanya.
Kalau dipikir-pikir, pengakuan Tom Holland membuka sisi lain dari industri film yang jarang diketahui penonton.
Ternyata, film yang akhirnya kita tonton di bioskop bukan selalu versi pertama yang dibuat. Di balik dua jam yang tampil di layar lebar, bisa jadi ada puluhan keputusan sulit, perdebatan panjang, bahkan versi film yang akhirnya dibuang karena dianggap tidak berhasil.
Dan dalam kasus Spider-Man: Brand New Day, versi yang hampir mengikuti semua keinginan penonton justru menjadi versi yang paling ingin mereka lupakan.







