Anak John Herdman Menyusul Sang Ayah ke Indonesia, Kali Ini Berseragam Bali United

Jay Herdman, putra pelatih Timnas Indonesia John Herdman, resmi bergabung dengan Bali United dari klub Kanada Cavalry FC untuk musim 2026/2027, melengkapi kuota 11 pemain asing Serdadu Tridatu.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Jay Herdman gabung Bali United
Highlights
  • Jay Herdman resmi gabung Bali United dari Cavalry FC, dikonfirmasi lebih dulu oleh klub lamanya
  • Gelandang serang 22 tahun ini disiapkan mengisi pos yang ditinggalkan Jordy Bruijn
  • Jay memilih membela Timnas Selandia Baru meski ayahnya melatih Timnas Indonesia

Kalau nama John Herdman sudah tidak asing lagi buat pencinta Timnas Indonesia, sekarang giliran nama satu keluarganya lagi yang bakal sering kamu dengar.

Jay Herdman, putra dari pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman, dipastikan resmi bergabung dengan Bali United untuk musim 2026/2027. Serdadu Tridatu mendatangkan Jay dari klub asal Kanada, Cavalry FC.

Kabar Duluan Bocor dari Klub Lama

Menariknya, pengumuman resmi soal transfer ini justru lebih dulu datang dari pihak yang ditinggalkan, bukan dari Bali United sendiri.

Lewat unggahan Instagram resmi klub, @cplcavalryfc, pada Senin (17/8), Cavalry FC mengonfirmasi kepergian Jay ke Bali United. ā€œCavalry FC hari ini mengkonfirmasi bahwa pemain tengah Jay Herdman telah menyelesaikan transfer ke Bali United FC. Klub berterima kasih kepada Jay atas semua kontribusinya, dan mengucapkan selamat untuk masa depannya,ā€ tulis unggahan tersebut.

Sementara itu, Bali United sendiri masih memilih diam soal kabar ini. Kemungkinan besar, pengumuman resmi baru akan dilakukan saat Bali United menghadapi Persib Bandung, Selasa (18/8) malam ini di Stadion Dipta, momen yang pas untuk memperkenalkan wajah baru ke para suporter langsung di stadion.

Mengisi Kekosongan Jordy Bruijn, Lengkapi Kuota Asing

Kedatangan Jay Herdman ini bukan tanpa alasan taktis.

Ia disiapkan untuk mengisi pos yang sebelumnya ditinggalkan Jordy Bruijn. Dengan masuknya Jay, kuota 11 pemain asing milik Serdadu Tridatu kini sudah lengkap, melengkapi deretan nama seperti Mike Hauptmeijer, Thomas Lam, Joao Ferrari, Tim Receveur, Brandon Wilson, Thijmen Goppel, Teppei Yachida, Queven Inacio, Remco Balk, dan Jort van der Sande.

Mengenal Sosok Jay Herdman

Nama lengkapnya Jay Joshua Herdman, seorang gelandang serang berusia 22 tahun.

Meski ayahnya berasal dari Inggris, Jay justru memilih membela Timnas Selandia Baru, baik di level senior maupun junior. Perjalanan kariernya sendiri lebih banyak dihabiskan di Amerika Utara, sempat memperkuat Whitecaps 2, Vancouver FC, sebelum akhirnya bergabung dengan Cavalry FC.

Soal statistik, catatan Jay musim ini terbilang belum terlalu mentereng. Di Canadian Premier League 2026, ia tampil 8 kali dengan mencatatkan 2 assist. Sementara di ajang Canadian Championship 2026, ia hanya mencatatkan 2 caps tanpa kontribusi gol maupun assist.

Yang menarik, di level timnas, Jay justru sudah cukup berpengalaman. Ia pernah membela Timnas Selandia Baru U-20, Timnas Kanada U-20, Selandia Baru U-23, sampai tim senior, bahkan mencatatkan 3 caps di ajang Olimpiade 2024.

Jejak Sang Ayah yang Membuka Jalan ke Asia

Kalau dipikir-pikir, keputusan Jay merapat ke Indonesia sepertinya bukan kebetulan semata.

Posisi sang ayah sebagai pelatih Timnas Indonesia kemungkinan besar jadi faktor yang membuatnya tertarik melanjutkan petualangan kariernya di Asia. Saat ini, nilai pasar Jay tercatat sekitar Rp2,61 miliar.

Dengan kedatangannya, publik sepak bola Bali kini punya alasan baru untuk penasaran, apakah nama Herdman akan sama-sama berjaya di dua level berbeda, sang ayah di level timnas, dan sang anak di level klub bersama Bali United.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.