Dulu, membawa charger laptop ke mana-mana sudah seperti kewajiban.
Sekarang ceritanya mulai berubah.
Generasi laptop terbaru mampu bertahan bukan hanya seharian, tetapi bahkan lebih dari 24 jam tanpa perlu mencari colokan listrik. Bagi pekerja, mahasiswa, hingga digital nomad yang sering berpindah tempat, ini jelas menjadi kabar baik.
Yang paling mengejutkan, pemegang rekor terbaru bahkan sanggup menyala selama 34 jam dalam sekali pengisian daya.
Laptop tersebut adalah HP OmniBook 3 16, yang menurut pengujian CNET berhasil bertahan 34 jam 5 menit. Angka itu hampir dua kali lipat lebih lama dibanding banyak laptop premium beberapa tahun lalu.
Di posisi kedua ada HP OmniBook 5 14 dengan daya tahan 28 jam 19 menit, disusul Lenovo Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition yang mencatat 25 jam 45 menit.
Persaingan semakin ketat karena hampir semua laptop di daftar ini mampu digunakan lebih dari satu hari penuh.
Berikut daftar lengkapnya:
- HP OmniBook 3 16 ā 34 jam 5 menit
- HP OmniBook 5 14 ā 28 jam 19 menit
- Lenovo Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition ā 25 jam 45 menit
- MSI Prestige 14 Flip AI Plus ā 25 jam 18 menit
- HP OmniBook X14 ā 25 jam 12 menit
- Apple MacBook Pro 16 inci ā 24 jam 34 menit
- Microsoft Surface Laptop ā 24 jam 20 menit
- Acer Swift 14 AI ā 24 jam 9 menit
- Asus Zenbook A14 ā 24 jam 7 menit
- Dell Inspiron 14 Plus ā 23 jam 11 menit
Yang menarik, daftar tahun ini menunjukkan perubahan besar di industri laptop.
Kalau dulu MacBook dengan chip Apple M-series dikenal sebagai rajanya baterai, kini persaingan semakin sengit. Laptop berbasis Qualcomm Snapdragon X justru mulai mendominasi, sementara prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru juga berhasil mengejar dengan peningkatan efisiensi yang signifikan.
Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini cukup relevan. Semakin banyak orang bekerja secara hybrid, belajar dari kampus atau kafe, hingga bepergian tanpa selalu membawa charger. Laptop dengan baterai panjang berarti waktu kerja yang lebih fleksibel dan tidak lagi bergantung pada stop kontak.
Di sisi lain, laptop berbasis prosesor AMD masih belum mampu menyamai efisiensi baterai yang ditawarkan Snapdragon X, Intel Core Ultra, maupun Apple M-series dalam pengujian terbaru.
Kalau dipikir-pikir, spesifikasi seperti RAM dan prosesor memang masih penting. Namun kini ada satu hal yang mulai menentukan pengalaman menggunakan laptop sehari-hari: seberapa lama perangkat itu bisa menemani Anda bekerja sebelum akhirnya meminta diisi ulang.







