Meta Punya Senjata Baru di Dunia AI. Namanya Muse Code, dan Bisa Kerjakan Proyek Software Raksasa

Meta resmi meluncurkan Muse Code, AI coding agent yang mampu mengerjakan proyek software besar dengan beberapa agen AI bekerja secara paralel.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Meta Muse Code AI - Image Credits: David Paul Morris/Bloomberg / Getty Images
Highlights
  • Meta meluncurkan Muse Code, AI coding agent yang mampu menangani proyek software berskala besar.
  • AI ini dapat merencanakan perubahan, menulis kode, menguji hasil, dan menjalankan beberapa AI agent secara paralel.
  • Dalam uji coba, Muse Code berhasil mengembangkan enam fitur game sekaligus tanpa konflik pada kode.
  • Peluncuran Muse Code menjadi bagian dari strategi Meta untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic di pasar AI untuk programmer.

Perlombaan AI ternyata belum selesai. Setelah OpenAI, Anthropic, dan Google terus meluncurkan berbagai inovasi, kini Meta mencoba menunjukkan bahwa mereka juga siap bersaing, bukan hanya di chatbot, tetapi juga di dunia pemrograman.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu resmi memperkenalkan Muse Code, sebuah AI coding agent yang dirancang untuk membantu programmer menangani proyek perangkat lunak berukuran besar. Bukan sekadar membantu menulis kode, Muse Code diklaim mampu menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan layaknya seorang software engineer.

Yang membuatnya menarik, AI ini tidak bekerja sendirian.

Bukan Sekadar Menulis Kode

Dalam unggahannya di media sosial, CEO Meta Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa Muse Code dapat menangani pekerjaan rekayasa perangkat lunak secara menyeluruh pada repositori kode berskala besar.

Artinya, AI ini tidak hanya membuat potongan kode, tetapi juga mampu:

  • merencanakan perubahan pada proyek,
  • menulis kode baru,
  • menguji hasilnya,
  • hingga memastikan perubahan tersebut berjalan sesuai harapan.

Bagi pengembang yang mengelola aplikasi dengan jutaan baris kode, kemampuan seperti ini bisa menghemat waktu yang selama ini dihabiskan untuk pekerjaan berulang.

Satu Tugas Besar, Banyak AI yang Bekerja Bersamaan

Di sinilah Muse Code menawarkan pendekatan yang berbeda.

Ketika menerima proyek besar, sistem akan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian. Setelah itu, Muse Code menjalankan sejumlah AI agent secara paralel yang masing-masing mengerjakan tugas berbeda dalam ruang kerja terpisah.

Menurut Zuckerberg, cara ini membuat beberapa fitur bisa dikembangkan secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

Dalam pengujian internal, Meta mengaku berhasil membuat enam fitur untuk sebuah game secara simultan tanpa terjadi konflik pada kode yang sedang dikerjakan.

Yang juga menarik, salinan kode utama milik pengembang tidak akan disentuh selama proses berlangsung. Dengan begitu, risiko perubahan yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Ingin Menjadi Alternatif OpenAI dan Anthropic

Peluncuran Muse Code menunjukkan bahwa Meta semakin serius memasuki pasar AI untuk pengembang.

Selama ini, pasar tersebut sudah lebih dulu diisi oleh beberapa pemain besar, seperti:

PerusahaanProduk AI Coding
OpenAICodex
AnthropicClaude Code
MetaMuse Code

Meta berharap Muse Code bisa menjadi pilihan yang lebih menarik, terutama dari sisi biaya.

Kepala AI Meta sekaligus pemimpin Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang, mengatakan bahwa Muse Code dirancang untuk memberikan performa yang kompetitif dengan biaya yang lebih efisien bagi banyak kebutuhan pengembangan perangkat lunak.

Bagian dari Investasi AI yang Makin Agresif

Muse Code bukan satu-satunya langkah Meta tahun ini.

Perusahaan tersebut terus menggelontorkan investasi besar untuk memperluas bisnis AI. Jika sebelumnya teknologi AI Meta lebih banyak digunakan untuk mendukung sistem periklanan mereka, kini fokusnya mulai bergeser ke pasar perusahaan.

Pada Juni lalu, Meta juga memperkenalkan AI agent yang ditujukan untuk layanan pelanggan dan dukungan bisnis.

Kehadiran Muse Code semakin menegaskan bahwa Meta tidak ingin hanya dikenal sebagai pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Perusahaan itu kini ingin menjadi salah satu pemain utama dalam perlombaan membangun AI generasi berikutnya.

Yang menarik untuk diikuti sekarang bukan lagi apakah Meta mampu mengejar para pesaingnya, melainkan seberapa cepat para programmer mulai mempercayakan sebagian pekerjaan mereka kepada AI.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.