Sam Altman Promosikan ChatGPT untuk Parenting, Dikritik Netizen

Altman mempromosikan penggunaan ChatGPT Work untuk membantu urusan parenting, namun kritik dari kreator Gravity Falls Alex Hirsch justru menjadi jauh lebih viral dan memicu perdebatan soal peran AI dalam hubungan orang tua-anak.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Image Credits: Kyle Grillot/Bloomberg / Getty Images
Highlights
  • Balasan Alex Hirsch ke Sam Altman soal ChatGPT parenting jauh lebih viral dari unggahan aslinya
  • Altman sebelumnya mengaku tidak bisa membayangkan mengasuh bayi tanpa ChatGPT
  • OpenAI masih menghadapi gugatan terkait dugaan peran ChatGPT dalam kasus delusi dan bunuh diri

Ada momen di media sosial ketika satu kalimat sederhana berhasil bikin CEO teknologi paling berpengaruh sedunia kelihatan agak canggung.

Itu yang terjadi pada Sam Altman akhir pekan lalu.

Bos OpenAI ini membagikan apa yang ia sebut ā€œcool use caseā€ lewat unggahan di X. Idenya, orang tua bisa menghubungkan kalender keluarga dan menjelaskan minat masing-masing anak ke ChatGPT Work, produk terbaru OpenAI.

Hasilnya, setiap pagi saat antar anak sekolah, AI itu bisa membuatkan semacam podcast singkat yang membahas pertandingan sepak bola salah satu anak sore itu, ulang tahun anak yang lain yang sebentar lagi tiba, sampai berita ringan lainnya.

Kedengarannya efisien.

Tapi netizen justru menangkapnya dengan cara yang berbeda.

Satu Pertanyaan yang Lebih Viral dari Ide Aslinya

Alex Hirsch, kreator serial animasi ā€œGravity Fallsā€, membalas unggahan Altman dengan pertanyaan yang terdengar sederhana tapi menohok.

ā€œWhat if you just talked to your children?ā€

Kalau diterjemahkan bebas, kira-kira begini, kenapa tidak ngobrol saja langsung dengan anak-anakmu.

Yang menarik, balasan ini justru jauh lebih viral dibanding unggahan asli Altman.

Postingan Altman baru dibagikan ulang sekitar 300 kali dan disukai 9.600 kali. Sementara balasan Hirsch sudah dibagikan ulang 9.000 kali dengan 122.000 likes, jauh melampaui unggahan yang dikomentarinya.

Di sinilah letak yang jarang dibahas soal fenomena semacam ini. Bukan cuma soal setuju atau tidak setuju dengan idenya, tapi soal bagaimana publik makin sensitif terhadap narasi bahwa AI bisa menggantikan momen-momen kecil yang sebenarnya justru jadi inti dari hubungan orang tua dan anak.

Bukan Kali Pertama Altman Bicara Soal AI dan Parenting

Ternyata ini bukan pertama kalinya Altman melempar gagasan semacam ini ke publik.

Ia pernah tampil di acara ā€œThe Tonight Show with Jimmy Fallonā€ dan menyebut dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana ia bisa membesarkan bayi tanpa bantuan ChatGPT.

Meski begitu, ia juga sempat menambahkan bahwa banyak orang berhasil melakukannya bertahun-tahun tanpa masalah berarti, sebuah pengakuan yang terdengar agak kontradiktif dengan pernyataannya sendiri.

Masalahnya, Altman bukan satu-satunya bos teknologi yang menawarkan AI sebagai solusi untuk mengisi waktu yang sebenarnya bisa diisi dengan interaksi manusia biasa.

CEO Microsoft, Satya Nadella, pernah mengaku berhenti mendengarkan podcast favoritnya saat berkendara pagi. Sebagai gantinya, ia bertanya langsung ke chatbot AI soal isi podcast tersebut.

OpenAI Memang Sedang Serius Menyasar Keluarga

Ketertarikan OpenAI pada segmen keluarga sepertinya bukan kebetulan.

Perusahaan ini baru-baru ini membuka lowongan untuk posisi product manager dengan pengalaman membangun produk konsumen yang sensitif terhadap kepercayaan keluarga.

Meta pun tidak mau ketinggalan, sedang menguji aplikasi berbasis AI yang bisa membacakan cerita sebelum tidur untuk anak-anak.

Yang jadi pertanyaan, apakah dorongan ini murni soal kenyamanan keluarga, atau lebih ke arah memperluas pasar pengguna ChatGPT ke rumah tangga sehari-hari.

Di Balik Ambisi Ini, Ada Sederet Gugatan yang Menanti Jawaban

Faktanya, OpenAI memang sudah menambahkan sejumlah fitur keamanan untuk orang tua di ChatGPT.

Tapi perusahaan ini juga tengah menghadapi banyak gugatan hukum dari keluarga yang menuduh ChatGPT berperan dalam kasus delusi hingga bunuh diri orang-orang terdekat mereka.

OpenAI sendiri menyatakan terus memperbaiki cara model mereka merespons interaksi yang sensitif.

Namun bagi banyak orang tua yang mengikuti perdebatan ini, satu pertanyaan dari Alex Hirsch mungkin sudah cukup mewakili keresahan yang lebih besar. Di tengah semua kecanggihan teknologi yang ditawarkan, mungkin yang paling dibutuhkan anak-anak justru sesuatu yang paling sederhana, obrolan langsung dengan orang tuanya sendiri.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.