Animator Legendaris Disney Ini Ternyata Masih Suka Manjat Gunung yang Sama Sejak Kecil, Sampai Nyaris Berujung Petaka

Animator legendaris Disney Glen Keane dievakuasi menggunakan helikopter setelah terjebak di jalur sempit Mummy Mountain, Arizona, saat mendaki bersama cucunya di tempat masa kecilnya.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Glen Keane at an animation Oscar week event in 2023 in L.A. (Photo by Monica Schipper/Getty Images)
Highlights
  • Glen Keane, 72 tahun, terjebak di tebing sempit Mummy Mountain saat mendaki bersama cucunya
  • Tim pemadam kebakaran Phoenix mengangkatnya dengan helikopter setelah jalur dinilai terlalu berbahaya
  • Keane tidak mengalami luka serius dan menolak dibawa ke rumah sakit

Ada satu hal yang menarik soal kenangan masa kecil. Kita sering merasa bisa mengulanginya kapan saja, seolah waktu tidak pernah berubah. Itu juga yang mungkin dipikirkan Glen Keane, animator legendaris di balik Ariel dalam ā€œThe Little Mermaidā€ dan Beast dalam ā€œBeauty and the Beastā€, ketika ia memutuskan mendaki Mummy Mountain di Arizona, gunung yang sama yang dulu ia panjat setiap hari saat masih kecil.

Rabu lalu, Keane yang kini berusia 72 tahun kembali menyusuri jalur itu, kali ini bersama cucu-cucunya. Ia sempat berpikir pendakian ini akan gampang, toh dulu ia sudah hafal setiap sudutnya. Ternyata gunung yang sama tidak selalu memberi hasil yang sama, apalagi jika yang mendakinya sudah bukan anak-anak lagi.

Terjebak di Tebing Sempit dengan Jurang di Kedua Sisi

Di tengah pendakian, Keane terjebak di sebuah jalur berbatu yang sempit, dengan jurang curam di kanan dan kirinya. Menurutnya sendiri, kakinya mulai bergetar, tangannya juga, dan ia menyadari tenaganya sudah terkuras habis untuk mendaki sejauh itu.

Di sinilah letak bagian yang jarang dibahas soal insiden semacam ini. Bukan cuma soal stamina yang menurun karena usia, tapi juga soal bagaimana ingatan lama sering membuat seseorang meremehkan medan yang sebenarnya tetap sama berbahayanya seperti dulu, hanya saja tubuh yang menghadapinya sudah berbeda.

Petugas Pemadam Kebakaran Phoenix akhirnya diterjunkan untuk membantu Keane turun dari puncak. Karena jalurnya terlalu berisiko untuk dilalui berjalan kaki, tim penyelamat memutuskan mengangkatnya menggunakan helikopter sampai ke zona pendaratan yang aman.

Melihat Kembali Tempat Bermain Masa Kecil dari Udara

Ada momen yang cukup menyentuh ketika Keane diangkat naik ke helikopter. Ia mengaku sempat menatap kawasan yang dulu jadi tempatnya bermain dan mendaki semasa kecil, dan dalam hati ia hanya bisa mengucap syukur. Ia juga secara khusus memberi penghormatan pada tim penyelamat, menyebut mereka benar-benar mempertaruhkan keselamatan sendiri di tepi tebing sempit itu demi menolongnya.

Kabar baiknya, Keane tidak mengalami luka serius akibat insiden ini dan bahkan menolak dibawa ke rumah sakit setempat. Meski begitu, Kapten Todd Keller dari Phoenix Fire Department mengingatkan bahwa setiap pendaki wajib mengenal dan menghormati batas kemampuannya sendiri. Menurutnya, kecelakaan seperti ini tidak hanya membahayakan pendaki itu sendiri, tapi juga menempatkan tim penyelamat dalam risiko yang sama besarnya.

Warisan yang Jauh Lebih Besar dari Satu Insiden di Gunung

Nama Glen Keane tentu bukan nama asing bagi siapa pun yang tumbuh menonton film-film animasi Disney. Selama 38 tahun berkarya di Walt Disney Studios, ia menjadi tangan di balik karakter-karakter yang membentuk masa kecil banyak orang, mulai dari Ariel, Beast, Aladdin, Pocahontas, hingga Tarzan. Ia meninggalkan Disney pada 2012, dan pada 2018 meraih Oscar untuk film pendek animasi terbaik ā€œDear Basketballā€, penghargaan yang ia bagi bersama mendiang Kobe Bryant.

Kini tinggal di Paris, kunjungan Keane ke Arizona kali ini sebenarnya sederhana, sekadar mendaki bersama cucu di tempat yang penuh kenangan. Tapi seperti banyak kejadian serupa di gunung-gunung yang tampak familiar, jarak antara nostalgia dan bahaya nyata kadang lebih tipis dari yang dibayangkan siapa pun, bahkan oleh seseorang yang dulu menghidupkan begitu banyak karakter yang mengajarkan keberanian di layar lebar.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.