Dari Iseng Saat Pandemi Jadi Rutinitas Ketemuan, Ini Cerita Raditya Dika soal Trading Card Game

Raditya Dika bercerita ketertarikannya pada Trading Card Game sejak pandemi kini jadi sarana sosialisasi bersama teman, bertepatan dengan peluncuran Marvel Hero Rush TCG di Indonesia yang menunjuknya sebagai brand ambassador.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Raditya Dika Trading Card Game
Highlights
  • Raditya Dika mulai kenal TCG sejak pandemi, kini jadikan hobi ini ajang kumpul rutin bareng teman
  • Marvel Hero Rush TCG resmi meluncur di Indonesia dengan Raditya Dika sebagai brand ambassador
  • Jason Entertainment Group siapkan turnamen mingguan, bulanan, hingga tingkat provinsi untuk komunitas TCG

Kadang hobi yang lahir dari kebosanan justru bertahan paling lama.

Itulah yang terjadi pada Raditya Dika. Komika sekaligus penulis ini bercerita bagaimana ketertarikannya pada Trading Card Game atau TCG bermula dari masa pandemi, ketika hampir semua aktivitas terpaksa dilakukan dari rumah.

ā€œSebenarnya mulai tertarik TCG dari masa pandemi sih, sempet main salah satu TCG. Lalu akhirnya mungkin dua sampai tiga tahun ke belakang main TCG yang lain juga,ā€ kata Raditya Dika di Jakarta, Minggu (2/8).

Dari Sekadar Menang, Jadi Alasan untuk Ketemu Teman

Yang menarik, cara pandang Raditya terhadap TCG ternyata berubah cukup signifikan seiring waktu.

Dulu, fokusnya ada di strategi terbaik untuk memenangkan setiap pertandingan. Sekarang, permainan kartu ini justru jadi alasan paling nyaman untuk tetap terhubung dengan lingkaran pertemanannya.

ā€œSekarang itu gue menjadikan main TCG kayak untuk sosialisasi. Biasanya jadwal gue itu kalau nggak Sabtu atau Minggu pagi, kumpul-kumpul sama teman-teman. Jadi happy lah bisa ketemu teman,ā€ ujarnya.

Di sinilah letak konteks yang jarang dibahas soal fenomena hobi kartu koleksi. Bukan cuma soal strategi dan kompetisi, tapi soal bagaimana sebuah permainan bisa menjelma jadi ruang sosial yang konsisten di tengah kesibukan orang dewasa yang makin sulit menyisihkan waktu untuk sekadar kumpul santai.

Marvel Hero Rush TCG Resmi Masuk Indonesia

Momen cerita Raditya ini bukan kebetulan. Ia disampaikan bersamaan dengan peluncuran resmi Marvel Hero Rush TCG di Indonesia, permainan kartu koleksi yang menghadirkan karakter-karakter dari semesta Marvel, sekaligus menunjuk Raditya sebagai brand ambassador.

Founder Jason Entertainment Group, Jason, menjelaskan permainan ini sengaja dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, dari kolektor, pemain baru, sampai mereka yang serius ingin berkompetisi.

ā€œMelalui Marvel Hero Rush TCG, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menarik bagi kolektor, tetapi juga mudah dipelajari oleh pemain baru dan memiliki kedalaman strategi bagi pemain kompetitif,ā€ kata Jason.

Dua Produk Awal dan Rencana Turnamen Berjenjang

Bersamaan dengan peluncurannya, Marvel Hero Rush TCG memperkenalkan dua produk utama, Starter Deck dan Booster Pack.

Starter Deck ditujukan bagi pemain pemula yang baru mulai mengenal permainannya, sementara Booster Pack berfungsi melengkapi dan memperkuat susunan kartu para pemain yang sudah lebih berpengalaman.

Starter Deck sendiri hadir dalam empat pilihan warna, Blue, Red, Yellow, dan Green, masing-masing membawa karakteristik strategi dan gaya bermain yang berbeda.

ProdukFungsi
Starter Deck (Blue, Red, Yellow, Green)Untuk pemain pemula, tiap warna punya gaya bermain berbeda
Booster PackMemperkuat dan melengkapi deck pemain

Untuk mengembangkan komunitas TCG di Indonesia, Jason Entertainment Group juga sudah menyiapkan rangkaian turnamen berjenjang.

ā€œJadi setelah acara ini, kami pun akan mengadakan turnamen bulanan, mingguan, dan juga turnamen tingkat provinsi di Indonesia. Jadi semua penggemar Marvel atau pemain TCG, mereka bisa bergabung,ā€ tukas Jason.

Dengan skema turnamen yang berjenjang dari level mingguan sampai provinsi, komunitas TCG di Indonesia sepertinya akan punya lebih banyak alasan untuk terus berkumpul, persis seperti yang sudah lebih dulu dirasakan Raditya Dika bersama teman-temannya setiap akhir pekan.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.