BALIREPORTER.COM ā Bali sudah lama menjadi rumah kedua bagi ribuan warga asing yang datang untuk berlibur, bekerja, hingga membangun bisnis. Namun kali ini, perhatian publik bukan tertuju pada vila mewah atau investasi baru, melainkan pada dugaan latar belakang dua orang yang disebut mengelola sebuah properti di Badung.
Nama Shachar Gonen dan Adi Chashmonai menjadi perbincangan setelah sebuah artikel opini yang ditulis jurnalis sekaligus peneliti Busan University of Foreign Studies, Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat, diterbitkan Middle East Monitor. Dalam tulisannya, Rakhmat menduga keduanya merupakan mantan anggota Israel Defense Forces (IDF) yang kini menjalankan bisnis vila di Bali.
Menurut artikel tersebut, keduanya berstatus warga negara Jerman dan diduga memasuki Indonesia menggunakan paspor Jerman. Salah satu dari mereka disebut tiba di Indonesia pada 7 Februari 2025, sementara promosi penyewaan vila dilakukan melalui akun Telegram pribadi.
Kenapa Kasus Ini Berbeda?
Masuk ke Indonesia menggunakan paspor Jerman bukanlah pelanggaran hukum. Kepemilikan kewarganegaraan ganda juga bukan hal yang asing bagi sebagian warga Israel.
Namun, menurut Rakhmat, perhatian publik bukan tertuju pada kewarganegaraan ataupun dokumen perjalanan mereka, melainkan pada dugaan riwayat militer yang disebut melekat pada kedua orang tersebut.
Dalam artikelnya, ia berpendapat bahwa apabila dugaan tersebut benar, kasus ini tidak lagi sekadar menyangkut investasi asing di Bali, tetapi juga menyentuh isu yang lebih luas mengenai kebijakan luar negeri Indonesia dan solidaritas masyarakat terhadap Palestina.
Seruan untuk Pemerintah
Rakhmat mendorong pemerintah Indonesia memperketat pemeriksaan latar belakang bagi investor maupun pelaku usaha asing yang ingin menetap dalam jangka panjang.
Menurutnya, pemeriksaan administrasi seperti kewarganegaraan atau paspor saja belum tentu cukup untuk memberikan gambaran utuh mengenai seseorang.
Ia berpendapat bahwa pemerintah juga perlu mempertimbangkan rekam jejak serta afiliasi masa lalu apabila memang berkaitan dengan kepentingan publik dan keamanan nasional.
Bukan Soal Kewarganegaraan
Dalam tulisannya, Rakhmat juga menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan ditujukan kepada warga Israel maupun komunitas Yahudi secara umum.
Ia membedakan antara wisatawan sipil dengan individu yang diduga pernah menjadi bagian dari institusi militer yang saat ini menghadapi berbagai sorotan dan tuduhan pelanggaran hukum humaniter internasional. Israel sendiri membantah berbagai tuduhan tersebut.
Akun Vila Mendadak Privat
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, akun Instagram @gonenvillasbali, yang sebelumnya digunakan untuk mempromosikan vila tersebut, kini berubah menjadi privat tanpa unggahan yang dapat dilihat publik.
Belum diketahui apakah perubahan itu berkaitan langsung dengan ramainya pemberitaan.
Apa Langkah Berikutnya?
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Direktorat Jenderal Imigrasi maupun instansi pemerintah Indonesia mengenai status kedua orang tersebut atau dugaan yang beredar.
Karena itu, informasi mengenai dugaan keterlibatan mereka sebagai mantan anggota IDF masih bersumber pada tulisan opini yang dipublikasikan Middle East Monitor dan belum menjadi temuan resmi pemerintah Indonesia. Apabila nantinya ada klarifikasi dari pihak terkait atau hasil pemeriksaan dari otoritas berwenang, perkembangan tersebut akan menjadi penentu arah pembahasan kasus ini.







