Tidak semua orang yang mencintai sebuah karya akan menyukai versi filmnya.
Itulah yang sedang terjadi pada The Odyssey, film terbaru garapan Christopher Nolan. Saat penonton dan kritikus ramai memuji film ini, satu suara justru datang dari orang yang mungkin paling memahami kisah aslinya.
Namanya Emily Wilson.
Ia bukan sekadar pembaca The Odyssey. Wilson adalah penerjemah perempuan pertama yang menerbitkan terjemahan bahasa Inggris modern untuk karya epik Homer, bahkan salah satu kalimat pembuka terjemahannya pernah dikutip sendiri oleh Christopher Nolan.
Karena itu, banyak orang penasaran ketika Wilson akhirnya menulis ulasan tentang film tersebut.
Dan hasilnya benar-benar di luar dugaan.

Dalam tulisannya di London Review of Books, Wilson menyebut The Odyssey versi Nolan terlalu megah di permukaan, tetapi kehilangan banyak hal yang membuat puisi aslinya bertahan selama hampir 3.000 tahun.
Menurutnya, film itu gagal menghadirkan pembahasan yang kuat tentang waktu, ingatan, perang, sejarah, hingga hubungan keluarga. Karakter-karakternya dianggap kurang berkembang, motivasinya tidak meyakinkan, dan struktur ceritanya terasa seperti sekadar gimmick.
Lalu datang kalimat yang langsung viral.
“Saya akan malu kalau pernah menulis bagian mana pun dari naskah ini.”
Emily Wilson.
Komentar itu menyebar cepat di media sosial dan memicu perdebatan. Sebagian mendukung Wilson karena menilai adaptasi Nolan terlalu menyederhanakan karya sastra legendaris tersebut. Namun banyak juga yang membela sang sutradara, mengingat mengadaptasi puisi berusia hampir 2.800 tahun ke layar lebar bukanlah pekerjaan mudah.
Yang menarik, Wilson sendiri mengakui ada sisi positif dari film ini.
Ia mengatakan sejak The Odyssey tayang, penjualan berbagai versi terjemahan karya Homer, termasuk miliknya, ikut meningkat. Ia bahkan berharap kesuksesan film tersebut membuat lebih banyak orang kembali tertarik mempelajari sastra klasik, sejarah, dan bahasa.
Kalau dipikir-pikir, mungkin di situlah ironi yang paling menarik.
Emily Wilson menganggap film itu gagal menangkap jiwa The Odyssey. Namun pada saat yang sama, ia juga mengakui film Christopher Nolan berhasil melakukan sesuatu yang jarang terjadi sekarang: membuat orang kembali membuka buku klasik yang sudah berusia ribuan tahun.
Dan mungkin, bagi dunia sastra, itu juga sebuah kemenangan.







