Film The Odyssey Karya Christopher Nolan Dikritik Pedas, “Saya Malu dengan Naskahnya”

Emily Wilson, penerjemah The Odyssey, mengkritik keras adaptasi Christopher Nolan dan menyebut naskahnya dangkal. Meski begitu, ia mengakui film tersebut berhasil membuat lebih banyak orang kembali membaca karya klasik Homer.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Sutradara Christopher Nolan di lokasi syuting filmnya, 'The Odyssey'—film yang naskahnya ditulis, diproduksi, dan disutradarai oleh Nolan sendiri. Universal Pictures
Highlights
  • Film The Odyssey sukses besar di bioskop, tetapi mendapat kritik tajam dari penerjemah novel aslinya.
  • Emily Wilson menyebut film Christopher Nolan kehilangan kedalaman emosional dan psikologis.
  • Komentarnya yang pedas langsung viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.
  • Meski mengkritik keras, Wilson tetap mengakui film itu membuat lebih banyak orang kembali membaca karya Homer.

Tidak semua orang yang mencintai sebuah karya akan menyukai versi filmnya.

Itulah yang sedang terjadi pada The Odyssey, film terbaru garapan Christopher Nolan. Saat penonton dan kritikus ramai memuji film ini, satu suara justru datang dari orang yang mungkin paling memahami kisah aslinya.

Namanya Emily Wilson.

Ia bukan sekadar pembaca The Odyssey. Wilson adalah penerjemah perempuan pertama yang menerbitkan terjemahan bahasa Inggris modern untuk karya epik Homer, bahkan salah satu kalimat pembuka terjemahannya pernah dikutip sendiri oleh Christopher Nolan.

Karena itu, banyak orang penasaran ketika Wilson akhirnya menulis ulasan tentang film tersebut.

Dan hasilnya benar-benar di luar dugaan.

Cuplikan Film The Odyssey 2026 (imdb)
Cuplikan Film The Odyssey 2026 (imdb)

Dalam tulisannya di London Review of Books, Wilson menyebut The Odyssey versi Nolan terlalu megah di permukaan, tetapi kehilangan banyak hal yang membuat puisi aslinya bertahan selama hampir 3.000 tahun.

Menurutnya, film itu gagal menghadirkan pembahasan yang kuat tentang waktu, ingatan, perang, sejarah, hingga hubungan keluarga. Karakter-karakternya dianggap kurang berkembang, motivasinya tidak meyakinkan, dan struktur ceritanya terasa seperti sekadar gimmick.

Lalu datang kalimat yang langsung viral.

“Saya akan malu kalau pernah menulis bagian mana pun dari naskah ini.”

Emily Wilson.

Komentar itu menyebar cepat di media sosial dan memicu perdebatan. Sebagian mendukung Wilson karena menilai adaptasi Nolan terlalu menyederhanakan karya sastra legendaris tersebut. Namun banyak juga yang membela sang sutradara, mengingat mengadaptasi puisi berusia hampir 2.800 tahun ke layar lebar bukanlah pekerjaan mudah.

Yang menarik, Wilson sendiri mengakui ada sisi positif dari film ini.

Ia mengatakan sejak The Odyssey tayang, penjualan berbagai versi terjemahan karya Homer, termasuk miliknya, ikut meningkat. Ia bahkan berharap kesuksesan film tersebut membuat lebih banyak orang kembali tertarik mempelajari sastra klasik, sejarah, dan bahasa.

Kalau dipikir-pikir, mungkin di situlah ironi yang paling menarik.

Emily Wilson menganggap film itu gagal menangkap jiwa The Odyssey. Namun pada saat yang sama, ia juga mengakui film Christopher Nolan berhasil melakukan sesuatu yang jarang terjadi sekarang: membuat orang kembali membuka buku klasik yang sudah berusia ribuan tahun.

Dan mungkin, bagi dunia sastra, itu juga sebuah kemenangan.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.