Koleksi Buku Masak Kamala Harris Jadi Sorotan, Ternyata Banyak Cerita di Baliknya

Foto koleksi buku masak Kamala Harris memicu perhatian publik. Isinya menunjukkan ketertarikannya pada sejarah kuliner, budaya, dan komunitas, sekaligus memperlihatkan sisi personal sang Wakil Presiden Amerika Serikat yang gemar memasak.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Koleksi Buku Masak Kamala Harris
Highlights
  • Koleksi buku masak Kamala Harris menjadi perbincangan karena dianggap mencerminkan kepribadiannya.
  • Sebagian besar buku membahas sejarah, budaya, hingga kisah para imigran melalui makanan.
  • Kamala dikenal rutin memasak makan malam setiap Minggu dan memiliki acara memasak sendiri di YouTube.
  • Koleksi tersebut memperlihatkan bahwa makanan baginya bukan sekadar urusan dapur, tetapi juga identitas dan kebersamaan.

Kalau ingin mengenal seseorang, mungkin kita tidak harus melihat playlist musik atau isi lemari pakaiannya.

Kadang, cukup lihat rak buku di dapurnya.

Itulah yang sedang ramai dibicarakan setelah sebuah foto memperlihatkan tumpukan buku masak milik Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat yang kini menjadi salah satu figur politik paling disorot di dunia. Bukan foto resmi kampanye atau unggahan yang dibuat untuk pencitraan, melainkan potret sederhana yang memperlihatkan koleksi buku masaknya.

Yang mengejutkan, isi rak tersebut justru memancing banyak pembahasan.

Lebih dari Sekadar Resep

Kamala Harris memang dikenal gemar memasak. Ia rutin menyiapkan makan malam setiap Minggu, bahkan pernah membuat serial memasak di YouTube. Salah satu menu favoritnya adalah saus bolognese buatan sendiri.

Namun yang menarik perhatian bukan kebiasaannya memasak, melainkan jenis buku yang ia koleksi.

Banyak di antaranya bukan buku resep biasa, tetapi buku yang mengangkat sejarah makanan, budaya kuliner, hingga kisah komunitas yang membangun identitas lewat masakan.

Di raknya terdapat buku tentang kuliner Afrika-Amerika, masakan Louisiana, hingga resep-resep yang lahir dari pengalaman para perempuan imigran dan komunitas yang pernah mengalami tragedi.

Seolah ingin menunjukkan bahwa makanan selalu memiliki cerita di balik setiap hidangan.

Memasak Sebagai Cara Memahami Akar

Kamala Harris memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari Jamaika dan India.

Karena itu, sejumlah pengamat melihat koleksi bukunya sebagai cerminan rasa ingin tahu terhadap akar budaya dan sejarah keluarganya sendiri.

Baginya, memasak tampaknya bukan hanya mengikuti resep.

Setiap hidangan juga menjadi cara memahami perjalanan sebuah bangsa, perpindahan budaya, hingga bagaimana makanan bisa menjadi bagian dari identitas seseorang.

Pandangan itu terasa konsisten dengan pilihan buku-bukunya yang banyak membahas hubungan antara makanan, sejarah, politik, dan kehidupan masyarakat.

Rak Buku yang Benar-Benar Dipakai

Ada satu hal lagi yang dianggap menarik.

Koleksi buku Kamala Harris terlihat seperti milik orang yang benar-benar memasak, bukan sekadar dipajang agar dapur terlihat estetik.

Di dalamnya terdapat banyak buku yang berisi teknik memasak praktis, resep rumahan, hingga menu yang bisa disiapkan untuk makan malam sehari-hari.

Artinya, ia tidak hanya menikmati membaca buku masak, tetapi juga menggunakannya sebagai panduan di dapur.

Makanan yang Menyatukan Orang

Di tengah dunia politik yang sering dipenuhi perdebatan, foto rak buku itu justru menghadirkan sisi lain Kamala Harris yang lebih personal.

Banyak buku yang ia pilih berbicara tentang kebersamaan, keberagaman budaya, hingga bagaimana makanan mampu mempertemukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Kalau dipikir-pikir, mungkin itu sebabnya foto sederhana tersebut bisa menarik perhatian begitu banyak orang.

Karena di balik tumpukan buku masak itu, publik melihat sosok yang tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga tentang keluarga, tradisi, dan kebiasaan sederhana yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Dan mungkin, di situlah alasan mengapa sebuah rak buku di dapur bisa bercerita lebih banyak daripada pidato politik yang panjang.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.