Nike Coba Peruntungan di Sneaker Cetak 3D, dan Hasilnya Bikin Penasaran

Nike dan Zellerfeld memperkenalkan prototipe sneaker cetak 3D pertama lewat program Air Works, dirancang Motoi Hatsuki dengan inspirasi Air Max 1000 dan Tailwind V, jadi bagian dari kolaborasi delapan kreator global menjelang Air Max Day 2027.

Lanio Giostanov
By
Lanio Giostanov
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua...
- Permanent Writer
Foto Nike Zellerfeld sneaker cetak 3D
Highlights
  • Nike gandeng Zellerfeld ciptakan sneaker cetak 3D satu bagian tanpa jahitan sama sekali
  • Desain garapan Motoi Hatsuki terinspirasi Air Max 1000 dengan gelembung Air ekstra besar
  • Proyek ini bagian dari inisiatif Air Works yang libatkan delapan kreator global sebelum Air Max Day 2027

Selama ini sepatu selalu identik dengan jahitan, lem, dan puluhan panel yang disatukan.

Nike sepertinya ingin membuktikan hal itu tidak lagi harus jadi aturan baku.

Lewat program bernama Air Works, Nike menggandeng Zellerfeld, spesialis manufaktur aditif, untuk menciptakan sneaker yang seluruh badannya dicetak 3D dalam satu bagian utuh. Tanpa jahitan, tanpa panel pelapis konvensional seperti yang biasa kita lihat di sepatu pada umumnya.

Desain yang Terinspirasi dari Masa Lalu, Dibuat dengan Teknologi Masa Depan

Foto Nike Zellerfeld sneaker cetak 3D
Foto Nike Zellerfeld sneaker cetak 3D

Prototipe pertama dari program ini muncul di media sosial lewat akun Blue Room milik desainer Motoi Hatsuki.

Tampilannya ramping dengan palet warna monokrom, hasil dari konstruksi cetak 3D yang membuat siluetnya jadi slip-on yang bersih tanpa sambungan terlihat.

Yang menarik, Hatsuki mengambil inspirasi dari dua model klasik Nike, Air Max 1000 dan Tailwind V. Jejak inspirasi itu terlihat jelas lewat gelembung Air berukuran ekstra besar di bagian tumit dan depan kaki, termasuk satu unit berwarna kuning neon yang mencolok di bagian belakang.

Di bagian samping, ada motif berulang bergaya paisley yang menambah kedalaman ornamen pada desain yang sebenarnya cenderung minimalis. Bahkan branding Nike sengaja dibuat sangat subtle, seolah membiarkan bentuk dan tekstur eksperimental sepatu ini jadi bintang utama, bukan logonya.

Bukan Sekadar Satu Sepatu, Tapi Bagian dari Eksperimen Lebih Besar

Foto Nike Zellerfeld sneaker cetak 3D
Foto Nike Zellerfeld sneaker cetak 3D

Prototipe Hatsuki ini bukan proyek berdiri sendiri.

Ia jadi bagian dari inisiatif Air Works yang lebih luas, program yang mempertemukan delapan kreator global di markas Nike, Beaverton, untuk berkolaborasi langsung dengan tim insinyur Nike.

Setiap kreator yang terlibat akan mendapat edisi terbatas dari konsep mereka masing-masing, khusus untuk kalangan teman dan keluarga. Belum ada kepastian soal rilis komersial untuk publik luas, tapi pratinjau dari proyek-proyek ini dijadwalkan muncul menjelang Air Max Day 2027.

Detail lain seperti SKU dan tanggal rilis resmi masih belum diumumkan.

Kalau eksperimen semacam ini berhasil menarik minat pasar, bukan tidak mungkin cara kita membeli sneaker beberapa tahun ke depan akan berubah total. Bukan lagi memilih dari rak yang sudah jadi, tapi mencetak sepatu sesuai bentuk kaki dan selera masing-masing orang.

Share This Article
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Follow:
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua yang dia bahas sudah pernah dia mainkan sendiri. Jadi kalau suatu hari dia bilang sedang kerja, jangan heran kalau yang terdengar dari kamarnya justru suara ledakan, tembakan, atau teriakan, "Satu match lagi, habis itu nulis!" Tenang aja, kalau ada game yang belum dia ulas, biasanya bukan karena malas, tapi karena dompetnya masih loading.