Ramai belum tentu sama dengan benar.
Itu yang coba diluruskan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, soal kasus dua investor vila di Bali yang sempat disebut sebagai eks tentara Israel.
Menurutnya, status kewarganegaraan keduanya sudah jelas sejak awal.
āSekarang paspornya Jerman berarti dia bukan warga Israel,ā kata Agus usai acara bakti sosial Kemenimipas di Karawang, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025).
Bukan Tentara, Tapi Pernah Wajib Militer

Di sinilah letak koreksi paling penting dari pernyataan Agus.
Ia menegaskan, dua orang yang jadi sorotan itu bukan anggota militer aktif Israel Defense Forces atau IDF.
āPada saat di Israel, pada saat usianya itu dia ikut wajib militer, jadi dia bukan tentara IDF, tapi pernah ikut wajib militer di sana,ā jelasnya.
Agus Andrianto
Bedanya cukup jauh. Wajib militer di Israel memang berlaku untuk hampir semua warganya begitu menginjak usia tertentu, tanpa memandang apakah mereka nantinya berkarier di militer atau tidak. Jadi status āpernah wajib militerā jauh berbeda dari āanggota pasukan yang bertugas dalam operasi militerā, sebuah perbedaan yang sempat kabur di tengah viralnya isu ini.
Soal kewarganegaraan, Agus juga menegaskan pihaknya mencatat keduanya masuk sebagai investor dengan paspor Jerman.
āJadi kita tahunya dia kewarganegaraan Jerman,ā tegasnya.
Siapa Sebenarnya di Balik Vila-Vila Itu

Salah satu nama yang mencuat ke publik adalah Shachar Gornen.
Menurut catatan Antara, ia dikenal sebagai pegiat perjalanan sekaligus pembuat konten wisata. Namanya terhubung dengan akun Instagram @gonenvillasbali, yang sebelumnya aktif mempromosikan vila-vila tropis bergaya modern di Bali.
Begitu isu ini ramai, akun tersebut langsung berubah privat, tanpa unggahan maupun daftar pengikut yang bisa diakses publik. Meski begitu, beberapa dokumentasi visual vila yang pernah dipublikasikan masih bisa ditemukan lewat pencarian Google, jejak digital yang ternyata tidak sepenuhnya bisa dihapus semudah mengubah akun jadi privat.
Gornen sendiri diketahui tinggal di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung, dan izin tinggalnya dijamin oleh salah satu perusahaan Indonesia yang bertanggung jawab atas legalitas keberadaannya di sana.
Kenapa Klarifikasi Ini Penting
Masalahnya, isu ini sempat menyulut sentimen publik yang cukup besar, mengingat sikap Indonesia yang secara historis tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan konsisten mendukung Palestina.
Klarifikasi dari Kemenimipas ini jadi penting karena menyangkut soal bagaimana status seseorang seharusnya diverifikasi sebelum jadi bahan opini publik yang meluas. Perbedaan antara āwarga negara Israel yang pernah bertugas di IDFā dengan āwarga negara Jerman yang pernah menjalani wajib militer semasa muda di Israelā bukan sekadar detail teknis, tapi menentukan apakah tuduhan yang beredar punya dasar yang kuat atau tidak.
Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut soal status izin usaha vila milik Gornen dan rekannya, maupun apakah pemerintah akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap legalitas operasional bisnis mereka di Bali. Yang jelas, kasus ini kembali mengingatkan bahwa di era ketika informasi menyebar secepat swipe layar ponsel, klarifikasi resmi sering kali datang belakangan, jauh setelah opini publik sudah terlanjur terbentuk.







