Land Rover Discovery Sport Berhenti Produksi Desember 2026, Ini Alasan di Baliknya

Land Rover resmi menghentikan produksi Discovery Sport pada Desember 2026, setelah sebelas tahun mengaspal dan sempat mencatat penjualan tertinggi 122.000 unit pada 2016. Regulasi keselamatan baru Uni Eropa jadi pemicu utama, sementara Defender Sport disiapkan sebagai penerus di masa depan.

Lanio Giostanov
By
Lanio Giostanov
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua...
- Permanent Writer
Discovery Sport berhenti produksi
Highlights
  • Discovery Sport dihentikan Desember 2026, setelah sempat mencetak rekor penjualan lebih dari 122.000 unit pada 2016.
  • Regulasi keselamatan baru Uni Eropa jadi pemicu utama, bukan sekadar penjualan yang menyusut drastis.
  • Defender Sport disiapkan jadi pengganti sekaligus untuk Discovery Sport dan Range Rover Evoque.

Sebelas tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah mobil bertahan di pasar. Tapi itulah yang akan terjadi pada Land Rover Discovery Sport. JLR memastikan produksinya benar benar berhenti pada Desember 2026, menutup satu babak panjang SUV yang dulu pernah jadi andalan penjualan merek asal Inggris ini.

Discovery Sport pertama kali muncul Februari 2015, menggantikan posisi Freelander yang lebih dulu populer. Responnya luar biasa. Setahun penuh di pasar, tahun 2016, penjualannya menembus lebih dari 122.000 unit secara global. Angka yang cukup fantastis untuk kelas SUV entry level.

Masalahnya, angka sebesar itu tidak bertahan lama. Penjualan terus menurun dari tahun ke tahun, dan pada 2025 kemarin, jumlahnya bahkan tidak sampai sepersepuluh dari masa jayanya. Di sinilah biasanya orang berpikir, oh berarti mobilnya memang sudah tidak laku. Tapi ternyata bukan cuma soal itu.

Yang jadi pemicu sebenarnya adalah aturan baru dari Uni Eropa bernama General Safety Regulation 2. Regulasi ini mewajibkan sejumlah fitur bantuan pengemudi dan keselamatan yang lebih canggih, sesuatu yang tidak dimiliki Discovery Sport karena arsitekturnya sudah cukup lawas. Merombak ulang mobil ini agar sesuai standar baru ternyata dihitung tidak masuk akal secara biaya oleh pihak JLR. Bukan berarti mereka tidak bisa, tapi lebih ke soal apakah sepadan atau tidak dengan hasilnya nanti.

Menariknya, langkah semacam ini bukan yang pertama. Porsche sebelumnya juga mengambil keputusan serupa dengan menghentikan Macan versi mesin bensin, alih alih memaksakan rekayasa ulang demi memenuhi regulasi yang sama.

Lalu bagaimana dengan pabrik Halewood yang selama ini memproduksi Discovery Sport? Kabar baiknya, pabrik ini tidak ikut berhenti. Fasilitas tersebut justru akan dialihkan untuk memproduksi jajaran kendaraan generasi baru berbasis platform listrik, termasuk Range Rover GT yang baru saja diperkenalkan sebagai model andalan elektrifikasi JLR ke depan.

Ada juga bocoran menarik soal masa depan segmen SUV kompak Land Rover. Sumber internal menyebut nama Defender Sport sebagai kemungkinan pengganti, bukan cuma untuk Discovery Sport, tapi juga berpotensi menggantikan Range Rover Evoque di masa mendatang.

Untuk saat ini, Evoque dan Range Rover Velar masih aman dan tetap diproduksi. Bahkan pihak Range Rover mengonfirmasi akan menopang keduanya lewat edisi edisi khusus untuk pasar tertentu, sembari dana besar terus dialihkan ke pengembangan mobil listrik.

Jadi kalau kamu penggemar Discovery Sport atau sedang mempertimbangkan membelinya, ini mungkin saat yang tepat untuk mulai memantau kabar penerusnya.

Share This Article
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Follow:
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua yang dia bahas sudah pernah dia mainkan sendiri. Jadi kalau suatu hari dia bilang sedang kerja, jangan heran kalau yang terdengar dari kamarnya justru suara ledakan, tembakan, atau teriakan, "Satu match lagi, habis itu nulis!" Tenang aja, kalau ada game yang belum dia ulas, biasanya bukan karena malas, tapi karena dompetnya masih loading.