Viral Bule Tawarkan Lahan 54 Are Freehold di Kintamani, Bupati Bangli Selidiki

Video WNA menawarkan lahan 54 are berstatus freehold di Kintamani viral. Bupati Bangli angkat bicara dan pemerintah masih melakukan penelusuran.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Tangkapan layar video seorang pria WNA mempromosikan penjualan lahan di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.(Istimewa.)
Highlights
  • Video WNA menawarkan lahan 54 are di Kintamani viral di media sosial.
  • Lahan disebut berstatus freehold atau hak milik, memicu pertanyaan publik.
  • Bupati Bangli memastikan pemerintah masih menelusuri akun dan isi video tersebut.

Video seorang pria WNA berdiri di tebing Kintamani dengan latar Kaldera Batur sedang ramai dibicarakan warganet. Bukan karena pemandangannya, tapi karena apa yang dia tawarkan di video itu.

Apa yang Ditawarkan dalam Video

Pria tersebut menawarkan sebidang lahan seluas 54 are di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, dengan panorama Gunung Batur dan Danau Batur sebagai daya jual utama.

ā€œI got the land with the best views in Kintamani. What are you building? (Saya punya lahan di Kintamani dengan pemandangan indah. Anda mau bangun apa?),ā€ katanya dalam video yang dilihat Kompas.com, Jumat (31/7/2026).

Ia melanjutkan dengan menyasar calon pembeli yang lebih spesifik, yaitu pengembang properti.

ā€œIf you’re a true developer, this is the place to buy, with the most spectacular views of the entire island of Bali (Jika anda pengembang sejati, ini adalah lokasi yang tepat untuk anda beli, dengan pemandangan paling spektakuler di Bali),ā€ ujarnya.

Di penghujung video, ia menyebut satu detail yang justru menjadi pemicu utama kehebohan.

ā€œThis is your opportunity. 54 ares freehold, reach out! (Ini kesempatan anda. 54 are milik anda. Hubungi saya!),ā€ katanya.

Masalahnya Ada di Kata ā€œFreeholdā€

Faktanya, di sinilah letak kejanggalan yang langsung ditangkap warganet. Freehold, atau hak milik penuh atas tanah, adalah status kepemilikan yang menurut hukum agraria Indonesia hanya bisa dimiliki oleh warga negara Indonesia. WNA tidak diperbolehkan memegang hak milik atas tanah, dan hanya bisa mengakses skema lain seperti hak pakai atau hak guna bangunan melalui badan hukum tertentu.

Jadi ketika seorang WNA di video secara terbuka menawarkan lahan sebagai ā€œ54 ares freehold,ā€ pertanyaan yang muncul bukan cuma soal etika promosi, tapi soal legalitas transaksi itu sendiri, jika benar-benar terjadi seperti yang digambarkan dalam video.

Respons Bupati Bangli

Menanggapi video yang viral tersebut, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan pemerintah daerah belum bisa memastikan apa pun sebelum penelusuran selesai.

ā€œMasih dicek sama Kominfo. Sedang ditelusuri,ā€ kata Sedana Arta saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Sejauh ini, penelusuran baru sampai pada tahap identifikasi akun media sosial yang digunakan untuk mengunggah video tersebut.

ā€œSeperti Facebook yang dipakai, baru itu,ā€ ujarnya.

Yang Masih Belum Terjawab

Satu hal yang luput dari video viral ini: belum ada konfirmasi apakah transaksi benar-benar terjadi, siapa identitas lengkap pria dalam video, atau apakah ini murni strategi pemasaran yang menggunakan istilah keliru, atau memang indikasi praktik jual beli lahan yang melanggar aturan kepemilikan asing.

Bali Reporter akan memperbarui artikel ini begitu hasil penelusuran Kominfo dan Pemkab Bangli keluar.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.