Penumpang Emirates EK302 Terjebak 10 Jam di Pesawat, AC Mati di Hangzhou

Penumpang Emirates EK302 tertahan hampir 10 jam di pesawat setelah dialihkan ke Hangzhou. AC mati, satu penumpang pingsan, dan penerbangan akhirnya dibatalkan.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A380 milik maskapai Emirates akan melakukan pendaratan perdana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (1/6/2023).(emirates.com)
Highlights
  • Pesawat Emirates EK302 tertahan 10 jam di landasan Hangzhou usai dialihkan dari Shanghai karena cuaca buruk.
  • AC kabin berhenti bekerja sekitar pukul 03.00 dini hari, satu penumpang dilaporkan pingsan.
  • Penerbangan akhirnya dibatalkan, Emirates minta maaf dan sediakan akomodasi hotel.

Bayangkan naik pesawat dari Dubai menuju Shanghai, lalu terjebak di landasan negara lain selama 10 jam tanpa AC menyala. Itulah yang dialami penumpang Emirates EK302 yang dioperasikan dengan Airbus A380, setelah pesawat mereka dialihkan ke Bandara Internasional Xiaoshan, Hangzhou, akibat badai yang melanda Shanghai.

Awalnya Cuma Dialihkan, Berujung Berjam-jam Menunggu

Pesawat berangkat dari Dubai pada 22 Juli dan mendarat di Hangzhou sekitar pukul 21.04 waktu setempat. Penumpang tidak langsung diizinkan turun karena awak masih menunggu kabar cuaca di Shanghai membaik agar penerbangan bisa dilanjutkan.

Faktanya, yang seharusnya jadi penundaan sementara justru berlarut-larut. Pergantian awak pesawat mengalami kendala, lalu muncul gangguan teknis tambahan yang membuat pesawat tidak kunjung bisa kembali mengudara.

Malam Berubah Jadi Krisis di Dalam Kabin

Sekitar pukul 03.00 dini hari, situasi memburuk. Sistem pendingin udara berhenti bekerja, suhu di dalam kabin naik, dan sejumlah penumpang mulai meminta air minum. Menurut laporan The Sun, sedikitnya satu penumpang dilaporkan pingsan, hingga polisi dan ambulans dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Di sinilah letak yang jarang dibahas dari insiden semacam ini: masalah bukan cuma soal keterlambatan jadwal, tapi soal kondisi fisik penumpang yang terkurung di ruang tertutup tanpa sirkulasi udara memadai selama berjam-jam, jauh dari fasilitas darurat bandara asal maupun tujuan.

Berakhir dengan Pembatalan Penerbangan

Awak pengganti baru tiba pukul 4 pagi untuk mencoba menyalakan mesin. Namun pemeriksaan pilot justru menemukan masalah teknis lain pada pesawat. Sekitar pukul 6 pagi, pilot mengumumkan penerbangan dibatalkan. Penumpang baru benar-benar diizinkan turun sekitar pukul 09.00 pagi, hampir 12 jam sejak mendarat di Hangzhou.

Emirates Minta Maaf

Emirates menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terdampak. Maskapai menjelaskan penerbangan dialihkan karena cuaca buruk di Shanghai, lalu tertahan lebih lama akibat kendala operasional dan masalah teknis pada pesawat. Sebagai kompensasi, Emirates menyediakan akomodasi hotel serta transportasi lanjutan bagi penumpang sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Shanghai.

Kenapa Ini Relevan Buat Wisatawan dan Ekspat

Bagi siapa pun yang sering transit lewat rute Timur Tengah-Asia, insiden ini jadi pengingat bahwa pengalihan penerbangan karena cuaca bisa memicu efek domino yang jauh lebih rumit dari sekadar delay. Masalah teknis dan pergantian kru yang tidak sinkron bisa mengubah penundaan singkat menjadi krisis kenyamanan, bahkan keselamatan, di dalam kabin.

Untuk saat ini, belum ada laporan lanjutan soal kondisi kesehatan penumpang yang pingsan maupun kompensasi tambahan di luar akomodasi hotel yang sudah disebutkan Emirates.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.