Mayat Diduga WNA Ditemukan Mengambang di Canggu, Tubuh Terlilit Tali Pelampung

Mayat pria diduga WNA ditemukan mengambang di Pantai Batu Mejan, Canggu. Polisi masih menyelidiki identitas korban dan penyebab kematiannya.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Polisi saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas yang diduga WNA di perairan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (30/7/2026).(Polres Badung.)
Highlights
  • Nelayan menemukan sesosok pria diduga WNA mengambang di perairan Pantai Batu Mejan, Canggu.
  • Korban ditemukan terlilit tali pelampung bubu nelayan dan telah mengalami pembusukan.
  • Polisi masih menyelidiki identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.

Seorang nelayan bernama Wayan Suardita (50) tidak menyangka akan menemukan hal seperti ini saat melaut Kamis pagi (30/7/2026). Sekitar pukul 09.00 Wita, ia melihat sesosok tubuh mengambang sekitar 500 hingga 600 meter dari bibir Pantai Batu Mejan, Canggu.

Kronologi Penemuan

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, dengan tubuh terlilit tali pelampung bubu nelayan di bagian leher, tangan kanan, hingga selangkangan. Wayan segera melaporkan temuannya kepada petugas Balawista Munggu. Bersama anggota Satpolairud Polres Badung, tim kemudian menggunakan rubber boat untuk mengevakuasi jenazah ke Pantai Oldman’s Beach sekitar pukul 11.00 Wita.

Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan penemuan tersebut.

ā€œKorban MR. X laki-laki (diduga) WNA,ā€ kata Ayu saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Identitas Korban Masih Jadi Teka-teki

Faktanya, hingga saat ini polisi belum bisa memastikan identitas korban maupun kewarganegaraannya secara resmi. Dugaan WNA sejauh ini didasarkan pada kondisi fisik korban saat ditemukan, bukan dokumen identitas apa pun.

Kondisi jenazah sendiri sudah mengalami pembusukan lanjut, dengan sebagian kulit tubuh mengelupas akibat proses dekomposisi. Polisi menduga korban sudah berada di laut sekitar dua hari. Namun, hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Kuta Utara justru memperkirakan waktu kematian sekitar enam hingga 12 jam sebelum ditemukan, dengan mempertimbangkan kondisi jenazah yang berada di perairan.

Perbedaan perkiraan waktu ini menunjukkan satu hal: menentukan kapan dan bagaimana seseorang meninggal di laut jauh lebih rumit dibanding di darat, karena arus dan kondisi air ikut memengaruhi proses dekomposisi.

Dugaan Sementara: Tenggelam atau Hanyut

ā€œPenemuan mayat ini diduga berkaitan dengan insiden tenggelam atau hanyut di laut,ā€ kata Ayu.

Meski begitu, kepolisian belum berani memastikan penyebab kematian. Masalahnya, tanpa identitas yang jelas, penyelidikan harus berjalan dari dua arah sekaligus, yakni mencari tahu siapa korban dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Langkah Berikutnya

Jenazah kini telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang cocok dengan ciri-ciri korban, baik dari warga lokal maupun dari pihak konsulat asing jika benar korban adalah warga negara asing.

Untuk saat ini, laut menyimpan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Dan di balik satu jenazah tanpa nama, kemungkinan besar ada seseorang, di suatu tempat, yang belum tahu bahwa mereka sedang menunggu kabar yang tidak akan pernah mereka duga.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.