Kalau kamu sempat melihat foto atau video asap mengepul di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (30/7) malam, ternyata penyebabnya jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan banyak orang: bukan insiden besar di area penerbangan, melainkan kebakaran di dapur salah satu restoran makanan instan di lantai dua.
Bermula dari Mesin Pemanggang Daging
Polisi menjelaskan api berawal dari percikan pada mesin pemanggang daging (grill) yang sedang dioperasikan seorang karyawan. Ps Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Iptu I Gede Suka Artana menjelaskan, suhu mesin sempat naik turun secara tidak normal sebelum akhirnya muncul kobaran api yang membesar.
āSaat itu suhu mesin mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak normal sebelum akhirnya muncul kobaran api yang membesar dan menjalar ke saluran exhaust,ā jelasnya, Jumat (31/7/2026).
Dari titik ini, api merambat ke saluran pembuangan asap atau exhaust, yang kemudian menjadi sumber asap yang terlihat menyebar dan sempat menimbulkan kekhawatiran di area terminal.
Respons Cepat yang Mencegah Api Membesar
Begitu menyadari ada kebakaran, karyawan restoran langsung mematikan kompor dan panel exhaust, lalu melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di tenant. Api pada mesin berhasil dipadamkan, tapi kobaran di dalam saluran exhaust sulit dijangkau, sehingga sebagian plafon terpaksa dibongkar untuk mempercepat proses pemadaman.
Di sinilah peran sistem keamanan bandara terlihat: petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) tiba tak lama setelahnya, dan sistem sprinkler otomatis yang aktif di area tersebut ikut membantu menahan api agar tidak menjalar ke area lain. Api akhirnya padam sepenuhnya sekitar pukul 22.10 Wita, dan petugas membuang sisa asap menggunakan blower untuk mengembalikan kondisi ruangan seperti semula.
Tidak Ada Korban, Kerugian Tetap Ada
āKami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,ā tegas Iptu Gede.
Meski begitu, insiden ini tetap menyisakan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Selama proses penanganan, personel Polres Kawasan Bandara bersama instansi terkait mengamankan lokasi kejadian, memasang police line, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Yang Masih Didalami Polisi
Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini masih menyelidiki penyebab pasti di balik lonjakan suhu tidak normal pada mesin pemanggang tersebut, apakah murni kerusakan teknis atau ada faktor lain yang belum terungkap. Bali Reporter akan memperbarui artikel ini begitu ada hasil penyelidikan lebih lanjut.







