Teater Koma Bangkitkan Lagi Rumah Sakit Jiwa, Naskah 35 Tahun Lalu Kini Terasa Makin Relevan

Teater Koma menghidupkan kembali Rumah Sakit Jiwa, karya legendaris N. Riantiarno, dengan sentuhan visual dan pendekatan yang lebih modern. Pementasan ini mengajak penonton merenungkan empati, kesehatan mental, dan makna memperlakukan manusia dengan lebih manusiawi.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Foto Pementasan Teater Koma - Rumah Sakit Jiwa 2026 -
Highlights
  • Teater Koma kembali mementaskan Rumah Sakit Jiwa, salah satu karya paling ikonik N. Riantiarno.
  • Meski memakai naskah lama, pertunjukan hadir dengan visual, musik, dan multimedia yang sepenuhnya baru.
  • Para pemain bahkan melakukan observasi langsung ke rumah sakit jiwa sebelum naik panggung.
  • Pementasan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, hingga 2 Agustus 2026.

Ada pertunjukan yang selesai ketika tirai ditutup.

Tapi ada juga pertunjukan yang justru mulai hidup setelah penontonnya pulang.

Itulah yang ingin dihadirkan Teater Koma saat kembali membawa Rumah Sakit Jiwa ke atas panggung. Naskah yang pertama kali dipentaskan pada 1991 itu kini hadir dengan wajah baru, tanpa kehilangan pesan yang membuatnya dikenang selama puluhan tahun.

Yang menarik, ceritanya tetap sama. Namun cara menyampaikannya berubah mengikuti zaman.

Lewat tata panggung bertingkat, permainan cahaya, multimedia, musik, hingga kostum yang lebih modern, produksi terbaru ini mencoba mengajak penonton melihat kembali kisah lama dari sudut pandang yang berbeda.

Di balik cerita tersebut ada tokoh Rogusta, seorang dokter muda yang datang ke sebuah rumah sakit jiwa dengan keyakinan bahwa pasien harus diperlakukan dengan empati. Namun niat baik itu justru berbenturan dengan sistem lama, ketakutan, dan perebutan kekuasaan yang sudah mengakar.

Kalau dipikir-pikir, konflik seperti itu terasa tidak asing. Bukan hanya tentang rumah sakit, tetapi juga tentang bagaimana manusia sering kali kesulitan menerima perubahan.

Sutradara Rangga Riantiarno tidak ingin para pemain sekadar menghafal dialog. Mereka diajak mengunjungi rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater, lalu membangun karakter berdasarkan pemahaman, bukan stereotip.

Hasilnya adalah pertunjukan yang tidak sekadar bercerita, tetapi juga mengajak penonton memahami kesehatan mental dari sisi yang lebih manusiawi.

Teater Koma
Foto Pementasan Teater Koma

Menariknya lagi, dari 115 orang yang terlibat dalam produksi ini, hanya enam orang yang pernah bermain dalam versi 1991. Selebihnya adalah generasi baru Teater Koma yang membawa energi dan interpretasi mereka sendiri terhadap karya almarhum N. Riantiarno.

Produser Ratna Riantiarno mengatakan naskah lama bukanlah sesuatu yang harus diperlakukan seperti museum. Justru sebaliknya, karya itu menjadi ruang untuk terus ditafsirkan sesuai dengan zaman yang terus berubah.

Rumah Sakit Jiwa dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Dan seperti karya-karya terbaik Teater Koma lainnya, pertunjukan ini tampaknya tidak hanya ingin menghibur, tetapi juga mengajak penonton pulang dengan satu pertanyaan sederhana: sudahkah kita benar-benar memperlakukan manusia lain sebagai manusia?

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.