Sony Tetap Hapus Disc Game PlayStation Mulai 2028, Ini Alasan di Baliknya

Sony akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusan menghentikan perilisan game PlayStation dalam bentuk disc mulai 2028. Meski memahami kritik para gamer, perusahaan menilai masa depan industri game semakin mengarah ke distribusi digital.

Lanio Giostanov
By
Lanio Giostanov
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua...
- Permanent Writer
Sony stop game PlayStation disc (Gambar di buat oleh AI)
Highlights
  • Sony tetap akan menghentikan perilisan game PlayStation dalam bentuk disc mulai 2028.
  • Perusahaan mengaku memahami protes para gamer yang masih menyukai game fisik.
  • Sony menilai distribusi digital kini menjadi arah utama industri game global.

Kalau kamu termasuk tipe gamer yang masih senang mengoleksi kotak game di rak kamar, kabar ini mungkin terasa pahit.

Meski mendapat kritik dari banyak pemain, Sony memastikan tetap melanjutkan rencananya menghentikan perilisan game PlayStation dalam bentuk disc fisik mulai 2028.

Keputusan ini sebenarnya sudah diumumkan pada awal Juli lalu. Namun gelombang protes dari komunitas membuat Sony akhirnya buka suara dan menjelaskan alasan di balik langkah yang dianggap mengakhiri salah satu tradisi terbesar di dunia gaming.

Sony: Kami Tahu Banyak Gamer Kecewa

Dalam laporan keuangan terbarunya pada 31 Juli, Chief Financial Officer Sony, Lin Tao, mengakui bahwa perusahaan menerima banyak masukan dari komunitas PlayStation.

Menurutnya, Sony memahami bahwa game fisik bukan sekadar media penyimpanan.

Bagi banyak orang, disc game juga menyimpan kenangan, menjadi koleksi, bahkan memiliki nilai emosional yang sulit digantikan oleh file digital.

ā€œGame adalah hiburan yang dicintai banyak orang dan sering kali terhubung dengan kenangan mereka,ā€ ujar Tao.

Meski begitu, Sony mengatakan keputusan tersebut sudah dipikirkan dalam waktu lama dan akan tetap dijalankan secara bertahap.

Tangkapan Layar Penguman Resmi Sony stop game PlayStation disc

Kenapa Sony Berani Meninggalkan Disc?

Alasan utamanya sederhana: industri hiburan semakin digital.

Sony melihat kebiasaan pemain terus berubah. Saat ini semakin banyak gamer membeli game langsung melalui PlayStation Store tanpa harus datang ke toko.

Model digital juga membuat distribusi lebih cepat, tidak memerlukan produksi disc maupun pengiriman fisik ke berbagai negara.

Fenomena ini sebenarnya bukan hanya terjadi di industri game.

Musik beralih ke Spotify, film pindah ke Netflix dan Disney+, sementara buku mulai banyak dibaca dalam format digital. Sony menilai industri game sedang bergerak ke arah yang sama.

Bagaimana Nasib Toko Game?

Salah satu kekhawatiran terbesar datang dari para retailer yang selama bertahun-tahun menjual game fisik.

Sony mengatakan beberapa penerbit nantinya masih bisa menjual box edition yang berisi kode digital untuk diunduh, bukan lagi keping Blu-ray.

Artinya, kemasan fisik kemungkinan masih ada di beberapa wilayah, tetapi isi di dalamnya bukan lagi disc.

Apakah PlayStation Masih Menarik?

Sony stop game PlayStation disc

Banyak pemain juga bertanya apakah PlayStation akan kehilangan daya saing dibanding PC gaming.

Sony justru melihat sebaliknya.

Menurut perusahaan, konsol PlayStation tetap memiliki keunggulan berupa harga yang lebih terjangkau dibanding PC gaming kelas atas, ekosistem yang stabil, pengalaman bermain yang lebih sederhana, serta deretan game eksklusif yang dikurasi khusus.

Karena itu, Sony yakin PlayStation dan PC masih bisa berkembang berdampingan tanpa saling menggantikan.

Industri Game Sedang Memasuki Babak Baru

Keputusan Sony menunjukkan satu hal yang semakin jelas: industri game sedang bergerak menuju era digital sepenuhnya.

Namun di sisi lain, reaksi komunitas juga memperlihatkan bahwa masih banyak gamer yang menganggap koleksi fisik sebagai bagian dari identitas mereka.

Apakah era disc benar-benar akan berakhir? Jawabannya mungkin tinggal menunggu beberapa tahun lagi.


Tabel Perbandingan

AspekGame DiscGame Digital
Koleksi fisikYaTidak
Langsung dimainkan setelah instalasiYaPerlu diunduh
Risiko rusak/hilangAdaTidak ada disc
Dijual kembaliUmumnya bisaTergantung kebijakan platform
Praktis berpindah gamePerlu ganti discTinggal pilih dari library
Share This Article
Lanio Giostanov
Permanent Writer
Follow:
Lanio Giostanov adalah penulis termuda di Bali Reporter yang punya hubungan tidak sehat dengan tombol "Play Again." Dia mendedikasikan tulisannya untuk dunia game, dan hampir semua yang dia bahas sudah pernah dia mainkan sendiri. Jadi kalau suatu hari dia bilang sedang kerja, jangan heran kalau yang terdengar dari kamarnya justru suara ledakan, tembakan, atau teriakan, "Satu match lagi, habis itu nulis!" Tenang aja, kalau ada game yang belum dia ulas, biasanya bukan karena malas, tapi karena dompetnya masih loading.