Ilmuwan Temukan Fosil “Lubang Pantat” Tertua di Dunia, Usianya Hampir 300 Juta Tahun

Ilmuwan menemukan jejak kloaka reptil berusia hampir 300 juta tahun di Jerman. Penemuan langka ini menjadi fosil tertua sejenis yang pernah ditemukan dan memberi bukti baru tentang evolusi anatomi reptil purba.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Fosil lubang pantat tertua di dunia
Highlights
  • Fosil ini menjadi jejak kloaka tertua yang pernah ditemukan, dengan usia sekitar 295–299 juta tahun.
  • Selama sejarah paleontologi, baru dua fosil kloaka reptil yang pernah ditemukan di dunia.
  • Penemuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana anatomi reptil modern mulai berevolusi jauh sebelum zaman dinosaurus.

Kalau mendengar kata fosil, mungkin yang langsung terbayang adalah tengkorak dinosaurus atau tulang hewan purba. Tapi kali ini, yang membuat dunia sains heboh justru sesuatu yang jauh lebih tidak biasa.

Para ilmuwan mengumumkan penemuan jejak kloaka atau saluran buang air dan reproduksi reptil purba yang diperkirakan berusia 295 hingga 299 juta tahun. Penemuan ini langsung memecahkan rekor sebagai fosil kloaka tertua yang pernah ditemukan di Bumi.

Fosil tersebut ditemukan di Goldlauter Formation, kawasan Hutan Thüringen, Jerman Tengah. Yang menarik, ini bukan fosil tulang, melainkan trace fossil atau fosil jejak, yaitu cetakan tubuh seekor reptil kecil yang pernah berhenti di atas lumpur vulkanik jutaan tahun lalu.

Seekor Reptil Kecil yang ā€œMengabadikanā€ Dirinya

Menurut tim peneliti, reptil itu hanya berukuran sekitar 9 sentimeter, kira-kira sebesar kadal kecil modern.

Saat hewan tersebut duduk atau beristirahat di atas lumpur yang masih lunak, tubuhnya meninggalkan jejak yang sangat lengkap. Tidak hanya bekas kaki dan ekor, tetapi juga pola sisik hingga jejak kloaka yang tercetak dengan sangat jelas.

Tak lama kemudian, lapisan abu vulkanik menutupi lumpur tersebut. Proses inilah yang membuat jejaknya terkunci dan bertahan hampir 300 juta tahun hingga akhirnya ditemukan para ilmuwan pada 2026.

Kenapa Penemuan Ini Sangat Langka?

Yang membuat penemuan ini begitu berharga adalah bagian tubuh seperti kloaka hampir mustahil bertahan menjadi fosil.

Berbeda dengan tulang, kloaka merupakan jaringan lunak yang biasanya membusuk dalam waktu singkat setelah hewan mati. Agar bisa terawetkan, diperlukan kondisi yang nyaris sempurna: lumpur yang lembut, posisi tubuh yang tepat, lalu segera tertutup material seperti abu vulkanik sebelum jejaknya rusak.

Karena itulah, hingga sekarang baru dua fosil kloaka reptil yang diketahui dalam seluruh sejarah paleontologi. Fosil terbaru ini menjadi yang paling tua di antara keduanya.

Fosil lubang pantat tertua di dunia
Fosil lubang pantat tertua di dunia

Memecahkan Rekor Evolusi

Sebelumnya, rekor fosil kloaka tertua dipegang oleh dinosaurus Psittacosaurus yang hidup sekitar 120 hingga 130 juta tahun lalu.

Penemuan baru ini menggeser catatan tersebut hingga sekitar 170 juta tahun lebih tua. Bagi para paleontolog, selisih waktu sebesar itu sangat penting karena membantu menjelaskan kapan anatomi khas reptil modern mulai muncul dalam sejarah evolusi.

Tim peneliti juga menemukan pola sisik yang sangat mirip dengan reptil masa kini. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa struktur kulit reptil modern ternyata sudah berkembang sejak awal Periode Permian, jauh sebelum dinosaurus muncul.

Fosil lubang pantat tertua di dunia
Fosil lubang pantat tertua di dunia

Apa Itu Kloaka?

Istilah ā€œlubang pantatā€ yang ramai dibahas sebenarnya merujuk pada kloaka, yaitu satu saluran yang digunakan untuk tiga fungsi sekaligus:

FungsiPenjelasan
EkskresiMengeluarkan urin dan feses
ReproduksiSaluran untuk proses perkawinan
BertelurTempat keluarnya telur

Struktur ini masih dimiliki banyak hewan modern seperti burung, ular, buaya, kura-kura, katak, hingga platipus. Sementara manusia dan sebagian besar mamalia memiliki saluran yang sudah terpisah.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology ini bukan hanya menambah daftar fosil langka dunia. Penemuan tersebut juga menjadi bukti langsung bahwa salah satu ciri anatomi reptil modern ternyata sudah ada hampir 300 juta tahun lalu, menjadikannya potongan penting dalam memahami perjalanan evolusi kehidupan di Bumi.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.