Ada gempa yang secara teori seharusnya tidak terlalu terasa di permukaan. Tapi kenyataannya, gempa yang mengguncang Kolombia Senin (10/8/2026) justru jadi yang paling mematikan sepanjang abad ini.
- Gempa Terkuat di Abad Ini, Datang di Momen yang Tidak Terduga
- Kenapa Gempa Sedalam Ini Bisa Sekuat Itu?
- Berada di Cincin Api Pasifik, Kolombia Memang Rawan Gempa
- Bayi Enam Bulan Ditemukan Selamat di Bawah Reruntuhan
- āKalau Lima Detik Lebih Lama, Tidak Akan Ada yang Tersisaā
- Gempa Susulan Masih Mengancam
- Bukan Kali Pertama Kolombia Diguncang Gempa Besar
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 ini merobohkan bangunan, merusak rumah sakit, dan menjebak warga di bawah reruntuhan. Presiden Kolombia, Abelardo De La Espriella, mencatat sedikitnya 111 orang meninggal dan ratusan lainnya terluka hingga Senin siang waktu setempat.
Gempa Terkuat di Abad Ini, Datang di Momen yang Tidak Terduga
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer. Layanan Geologi Kolombia menyebutnya sebagai gempa terkuat yang tercatat di negara tersebut sepanjang abad ke-21.
Yang membuat momennya terasa lebih berat, gempa ini terjadi hanya beberapa hari setelah De La Espriella dilantik sebagai presiden. Pemerintah langsung menetapkan status darurat nasional dan mengerahkan personel untuk mencari korban yang masih terjebak reruntuhan.
Dampaknya terasa di berbagai kota, termasuk Cali, Pereira, Armenia, Manizales, dan Quibdo. Di Pereira, sebuah bangunan empat lantai ambruk ketika gempa terjadi. Di Manizales, salah satu menara samping katedral neo-Gotik yang jadi landmark kota ikut runtuh, dengan puing berjatuhan ke jalan di bawahnya.

Kenapa Gempa Sedalam Ini Bisa Sekuat Itu?
Masalahnya, secara teori, gempa dengan sumber sedalam 107 kilometer biasanya menghasilkan guncangan permukaan yang lebih kecil dibanding gempa dangkal dengan kekuatan serupa.
Tapi teori itu tidak sepenuhnya berlaku untuk gempa Kolombia kali ini.
Seismolog Northwestern University, Suzan van der Lee, menjelaskan kombinasi magnitudo besar, lokasi sumber gempa di daratan, dan jenis pergerakan sesar strike-slip kemungkinan memperbesar dampak di lembah-lembah padat penduduk.
āGempa ini terjadi jauh di bawah kerak bumi dan secara teori seharusnya tidak menghasilkan guncangan sebesar itu. Namun, dengan magnitudo sebesar ini, guncangannya ternyata sangat kuat,ā kata van der Lee, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, kondisi geologi Kolombia memang kompleks. Sejumlah lempeng tektonik besar berinteraksi di kawasan ini, menciptakan kondisi seismik yang rumit untuk dianalisis.
Berada di Cincin Api Pasifik, Kolombia Memang Rawan Gempa
Faktor lain yang membuat Kolombia rentan adalah posisi geografisnya. Negara ini berada di Pacific Ring of Fire, kawasan dengan aktivitas tektonik sangat tinggi.
Kolombia mengalami ribuan gempa setiap bulan, sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak merusak. Tapi keberadaan gempa-gempa kecil ini justru jadi indikasi bahwa wilayah tersebut memang memiliki aktivitas seismik tinggi. Ketika gempa sebesar M7,4 terjadi di wilayah padat penduduk, dampaknya bisa sangat serius.

Bayi Enam Bulan Ditemukan Selamat di Bawah Reruntuhan
Di Cali, seorang bayi perempuan berusia enam bulan bersama ibunya ditemukan masih hidup di bawah reruntuhan bangunan lima lantai. Video dari Caracol Television memperlihatkan petugas menarik bayi yang tubuhnya tertutup debu dari tumpukan puing.
Di Pereira, petugas penyelamat masih berusaha menjangkau seorang anak laki-laki yang dilaporkan terjebak di bawah sebuah toko roti. Sementara di Cali, tim pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan dua perempuan dewasa dan dua anak dari bangunan yang runtuh.
Mauricio Andrade, petugas pemadam kebakaran Cali, mengatakan timnya masih berupaya menemukan korban lain yang tertimbun. āMereka masih hidup. Kami sedang membuat ruang agar bisa membebaskan dan mengeluarkan mereka,ā katanya.
Proses pencarian banyak dilakukan secara manual. Warga seperti Carmen Yasmin Garcia, 43 tahun, ikut membantu menggunakan sekop, dan kelompoknya sudah mengeluarkan tujuh orang dari sebuah bangunan yang runtuh, meski masih ada empat orang dan seekor anjing yang terjebak.
āKalau Lima Detik Lebih Lama, Tidak Akan Ada yang Tersisaā
Saul Paz, warga Cali berusia 69 tahun, sedang berada di ruang makan bersama anak dan istrinya ketika gempa mulai mengguncang.
āSaya pikir jika berlangsung lima detik lebih lama, tidak akan ada yang tersisa,ā ujarnya kepada Reuters.
Ia menggambarkan betapa cepatnya kehidupan warga berubah akibat gempa ini. āAda orang-orang yang tidur tadi malam dengan rumah dan mobil, tetapi hari ini mereka tidak memiliki apa-apa,ā katanya.
Gempa Susulan Masih Mengancam
Ancaman belum berakhir setelah guncangan utama berhenti. Layanan Geologi Kolombia mencatat sedikitnya 21 gempa susulan hingga Senin malam.
Gempa susulan ini berbahaya khususnya bagi bangunan yang sudah rusak akibat gempa utama. Struktur yang retak atau kehilangan kekuatan berpotensi runtuh kembali saat diguncang ulang, sekaligus membuat proses pencarian korban jadi lebih berisiko bagi petugas penyelamat.
Bukan Kali Pertama Kolombia Diguncang Gempa Besar
Kolombia sebenarnya punya sejarah panjang soal gempa besar. Pada 1999, kawasan penghasil kopi di negara ini dilanda gempa M6,2 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, terutama di sekitar Armenia dan Pereira.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa kekuatan gempa bukan satu-satunya faktor penentu jumlah korban. Lokasi gempa, kondisi geologi, kepadatan penduduk, ketahanan bangunan, sampai kemampuan evakuasi turut menentukan seberapa besar dampaknya. Pada gempa M7,4 kali ini, kombinasi faktor-faktor tersebut membuat guncangan tetap menimbulkan kerusakan besar meski sumbernya berada cukup dalam.
Hingga Senin malam, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pemerintah Kolombia mengerahkan personel tambahan, sejumlah kota memberlakukan jam malam untuk mencegah penjarahan, dan beberapa bandara di wilayah terdampak, termasuk Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura, menghentikan sementara operasional untuk pemeriksaan struktur bangunan.







