Kalau selama ini kamu mengira menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) hanya soal memenuhi syarat hukum, ternyata ada satu hal lagi yang tak kalah berat: biayanya.
Data terbaru dari Seasia Stats menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan estimasi biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara. Total biaya administrasinya diperkirakan mencapai US$4.187,61 atau sekitar Rp75,7 juta.
Angka tersebut bahkan terpaut sangat jauh dibandingkan negara tetangga.
Filipina berada di posisi kedua dengan estimasi biaya sekitar US$3.314,48 atau sekitar Rp59,9 juta. Setelah itu selisihnya langsung melebar. Thailand hanya sekitar US$325,45, Singapura US$139,37, sedangkan Malaysia menjadi yang termurah dengan biaya sekitar US$75,81.
Perbandingan Biaya Naturalisasi di ASEAN
| Negara | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Indonesia | US$4.187,61 (± Rp75,71 juta) |
| Filipina | US$3.314,48 (± Rp59,92 juta) |
| Thailand | US$325,45 (± Rp5,88 juta) |
| Singapura | US$139,37 (± Rp2,52 juta) |
| Malaysia | US$75,81 (± Rp1,37 juta) |
Meski begitu, angka tersebut bukan berarti seluruh proses menjadi WNI hanya membutuhkan biaya itu. Estimasi yang digunakan hanya menghitung biaya administrasi naturalisasi, belum termasuk biaya penerjemahan dokumen, legalisasi, pengurusan izin tinggal, jasa hukum, maupun persyaratan lain yang bisa berbeda pada setiap pemohon.
Perlu diketahui juga, tidak semua negara ASEAN masuk dalam daftar ini. Beberapa negara tidak dihitung karena proses naturalisasinya dinilai kurang transparan atau memiliki syarat investasi yang sangat besar sehingga sulit dibandingkan menggunakan biaya administrasi biasa.
Apa Itu Naturalisasi?

Naturalisasi adalah proses hukum yang memungkinkan seorang warga negara asing memperoleh kewarganegaraan suatu negara setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Persyaratan tersebut umumnya mencakup masa tinggal tertentu, kemampuan berbahasa, kepatuhan terhadap hukum, hingga berbagai dokumen pendukung.
Tingginya biaya administrasi Indonesia membuat banyak orang bertanya-tanya apakah proses menjadi WNI memang lebih mahal dibandingkan negara lain di kawasan.
Namun, biaya hanyalah salah satu bagian dari proses. Setiap negara memiliki aturan, syarat, dan kebijakan kewarganegaraan yang berbeda sesuai kepentingan nasionalnya.







