Remisi Satu Bulan untuk Noel, Kabar Kecil yang Membawa Harapan Besar bagi Keluarga di Depok

Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel menerima remisi HUT RI ke-81 selama satu bulan di Lapas Sukamiskin. Istrinya, Silvia Harefa, membagikan cerita hangat soal harapan keluarga menanti Noel kembali berkumpul di Depok.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Foto Immanuel Ebenezer didampingi Istrinya, Silvia Harefa
Highlights
  • Noel terima remisi satu bulan sesuai ketentuan Ditjen Pas Jawa Barat untuk warga binaan Lapas Sukamiskin
  • Kabar remisi sudah terdengar keluarga sejak sebulan sebelumnya dari sesama warga binaan
  • Silvia Harefa pastikan kondisi Noel sehat, keluarga menanti momen berkumpul di Depok

Tidak semua kabar baik datang dengan kejutan besar.

Kadang, ia datang lewat telepon singkat, diselingi tawa, dan disampaikan dengan nada yang jauh dari dramatis. Begitulah cara kabar remisi mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, sampai ke publik lewat obrolan hangat Lambe Turah dengan sang istri, Silvia Harefa.

Noel mendapat remisi satu bulan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kabar yang Sebenarnya Sudah Terdengar Lebih Dulu

Yang menarik, remisi ini bukan kejutan mendadak bagi keluarga.

Silvia bercerita, kabar soal kemungkinan remisi sudah beredar di kalangan warga binaan sejak sebulan sebelumnya. Wajar saja, setiap Hari Kemerdekaan memang jadi momen bagi warga binaan berkelakuan baik untuk mendapat pengurangan masa hukuman.

ā€œTaunya ya dari sebulan yang lalu lah sudah berhembus dari para warga binaan,ā€ ujarnya.

Masalahnya, kabar itu masih samar. Besaran remisi baru benar-benar jelas setelah keputusan resmi keluar, dan untuk Noel, angkanya adalah satu bulan.

Satu dari 20.500 Nama di Jawa Barat

Kabar ini turut dikonfirmasi Kepala Bidang Pembinaan Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Ishadi Maja Prayitno, sebagaimana diberitakan JPNN.

Noel tercatat sebagai satu dari 20.500 narapidana di Jawa Barat yang memperoleh Remisi Umum I pada momen HUT RI kali ini. Sebagai warga binaan Lapas Sukamiskin dengan vonis 4 tahun 6 bulan, ia mendapat remisi satu bulan, sesuai aturan yang berlaku untuk masa hukuman di atas satu tahun.

Remisi ini tentu tidak diberikan cuma-cuma. Ada syarat yang harus dipenuhi, mulai dari berkelakuan baik hingga aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa tahanan.

ā€œYa Senang,ā€ Jawaban Sederhana yang Menyimpan Banyak Makna

Ketika ditanya soal perasaan keluarga menerima kabar ini, jawaban Silvia terasa jujur dan tanpa dibuat-buat.

ā€œYa senang dan berharap bisa cepat lah menjalani proses hukuman ini,ā€ katanya.

Tidak ada nada berlebihan. Tidak ada perayaan besar yang digambarkan. Bagi keluarga, satu bulan remisi sesederhana kabar baik, karena berarti ada satu bulan masa hukuman yang kini sudah tidak perlu dijalani lagi.

Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini, menurut Silvia, Noel memaknainya sebagai rasa syukur, terutama karena keluarga masih diberi kesehatan dan tetap bisa saling menguatkan satu sama lain. Pesan sederhana itu ia sampaikan kepada istrinya saat kunjungan terakhir sebelum 17 Agustus.

Satu Bulan yang Bukan Sekadar Angka

Silvia juga memastikan kondisi suaminya baik-baik saja.

ā€œAlhamdulillah, puji Tuhan sehat,ā€ ujarnya singkat.

Dari keseluruhan obrolan itu, satu hal terasa jelas. Keluarga tidak sedang merayakan remisi ini sebagai kemenangan besar. Mereka hanya melihatnya sebagai satu bulan yang kini tidak perlu lagi ditunggu.

Satu bulan lebih dekat dengan rumah. Satu bulan lebih dekat dengan Depok. Dan satu bulan lebih dekat dengan hari ketika keluarga bisa berkumpul tanpa lagi harus menunggu jadwal kunjungan lapas.

Bagi keluarga yang sedang menanti seseorang pulang, mungkin memang sesederhana itu makna dari sebuah remisi.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.