Tiga busana, tiga kiblat kreatif, satu panggung Asia. Begitulah yang dilalui Renata Dvika di Asian Fashion Festival (AFF) 2026.
Festival bertema The Greatest Show ini digelar 18 sampai 20 September 2026 di Lippo Nusantara, Jakarta. Ajang ini disebut menyedot perhatian ribuan penikmat mode, kritikus, dan pelaku industri busana dari berbagai negara di Asia, dengan janji pengalaman yang dipenuhi kemewahan, kreativitas, dan momen runway berskala Asia.
Di tengah deretan busana yang tampil, Renata menjadi salah satu model yang membawakan tiga rancangan dari tiga asal yang berbeda.
Ia membuka penampilan dengan karya Sunter Nirmala, desain elegan nan berani yang memadukan potongan batik khas Jakarta. Menariknya, desain ini dibuat cocok untuk dikenakan sehari-hari, bukan hanya untuk panggung.
Penampilan kedua membawa suasana lain. Renata mengenakan rancangan Maryam Collection yang menonjolkan nuansa etnik kontemporer.
Penutupnya menjadi salah satu momen yang paling disorot: karya eksperimental mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Kalau dilihat berurutan, ada pola yang menarik. Dalam satu penampilan, penonton dibawa dari busana yang bisa dipakai sehari-hari, ke nuansa etnik kontemporer, lalu ke karya eksperimental yang lahir dari kampus. Tiga busana itu memperlihatkan rentang desainer lokal, dari label busana hingga karya mahasiswa, yang tampil di panggung yang sama.
Ajang tahunan ini juga disebut mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu pusat mode yang diperhitungkan di kawasan ASEAN dan internasional, lewat karya yang mengangkat keberagaman kultur dan inovasi tekstil modern.
Keberhasilan AFF 2026 disebut tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari antusiasme pembeli internasional dan kolaborasi lintas negara yang terjalin selama festival. Penyelenggara berharap pencapaian ini terus mendorong industri kreatif nasional ke kancah global.







