Kalau kamu kenal Al Ghazali cuma sebagai putra Ahmad Dhani yang wara-wiri di dunia hiburan, coba tengok lagi. Belakangan, nama ini justru ramai dibicarakan karena alasan yang jauh dari dunia musik dan sinetron.
Al ternyata sudah lama diam-diam serius menekuni drifting. Bukan sekadar iseng, dia bahkan punya tim sendiri bernama SEVENSPEED MOTORSPORT, dan baru saja mengumumkan kolaborasi dengan PRO7 Autolighting di sebuah konferensi pers di Javarock Kemang, Jakarta Selatan.
Yang menarik, kecintaan Al pada dunia otomotif bukan hal baru. Ia bercerita, semuanya bermula sejak SMP, ketika dia diam-diam suka meminjam mobil orang tua bahkan mobil neneknya, sampai iseng menarik hand rem di simpang empat. Kebiasaan itu sempat vakum, tapi tersalurkan lagi lewat drifting serius bersama sosok yang ia sebut āOm Nitroā, hingga akhirnya lahir tim yang bertahan sampai sekarang.
Soal risiko, Al punya cara pandang sendiri. Menurutnya, drifting justru lebih aman dibanding balap kecepatan murni.
āJustru karena aku ngambil drift ini ya mungkin risikonya agak kurang parah daripada kita ngambil balap yang ngebut. Paling nabrak, paling bodinya hancur,ā ujarnya santai, sambil menambahkan roll bar pada mobilnya cukup melindungi dari cedera serius.

Ide kolaborasi dengan PRO7 sendiri lahir dari pengalaman nyata di lintasan. Al bercerita, saat timnya bertanding malam hari di Purwokerto, kondisi trek yang gelap sempat menyulitkan performa mobilnya. Dari situ muncul kebutuhan akan sistem penerangan yang lebih andal.
Founder dan CEO PRO7 Autolighting, Markus, menegaskan pemilihan SEVENSPEED bukan sekadar soal nama besar Al Ghazali. Menurutnya, drifting adalah cabang motorsport yang menuntut performa tinggi dalam kondisi ekstrem, sehingga jadi ajang pembuktian nyata bagi kualitas produk mereka sendiri.
Di sisi prestasi, SEVENSPEED sempat menorehkan hasil positif di kelas New Gen dengan raihan podium dua dan empat, meski performa sempat terganjal masalah teknis pada rem di salah satu kejuaraan. Al kini bersiap kembali berlaga di ajang Sentul pada November mendatang, sekaligus berencana merekrut drifter perempuan untuk melengkapi timnya.
Yang membuat cerita ini terasa lebih personal, status ayah baru justru jadi motivasi tambahan buat Al, bukan alasan untuk mundur. Ia bahkan sudah membayangkan suatu saat mengajak anaknya merasakan sensasi ngepot bersama.
Dengan dukungan PRO7, target SEVENSPEED kini bukan lagi sekadar tampil menarik perhatian. Tantangan sesungguhnya ada di lintasan, seberapa jauh tim ini mampu membuktikan diri dan membawa nama Indonesia bersaing di kancah drifting internasional.







