Diboikot BTS, Grammy Terpaksa Tinjau Ulang Kategori Asia Pop yang Baru Seumur Jagung

Recording Academy meninjau ulang kategori Best Asian Pop Music Performance di Grammy Awards usai kontroversi memuncak, terutama setelah BTS mengumumkan boikot terhadap Grammy Awards 2027 pada Juli lalu.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Foto: BTS
Highlights
  • Recording Academy tinjau ulang kategori Best Asian Pop Music Performance usai diskusi dua pekan dengan industri musik Asia
  • BTS umumkan boikot Grammy 2027, minta musik dinilai tanpa sekat geografis dan bahasa
  • Penghapusan kategori dinilai sulit terjadi karena pendaftaran karya Grammy ditutup pekan ini

Belum genap dua bulan diluncurkan, kategori baru Grammy Awards ini sudah bikin heboh satu industri musik dunia.

Recording Academy, penyelenggara Grammy Awards, akhirnya angkat tangan dan memutuskan meninjau ulang kategori Best Asian Pop Music Performance. Bukan tanpa sebab, keputusan ini muncul setelah kontroversi yang sempat memanas, apalagi setelah BTS memilih jalan paling tegas: memboikot Grammy Awards 2027.

Evaluasi Dadakan Usai Dua Pekan Berdiskusi

Mengutip The Korea Herald, Selasa (18/8/2026), Recording Academy menyatakan pada Jumat lalu bahwa mereka akan mengevaluasi kembali keputusan yang dibuat pada Juni soal kategori ini.

Yang menarik, peninjauan ini bukan keputusan sepihak yang diambil terburu-buru. Recording Academy sebelumnya sudah menghabiskan sekitar dua pekan berdiskusi dengan berbagai perwakilan komunitas musik, mulai dari K-pop, J-pop, C-pop, sampai musik India.

Mengutip laporan Billboard, diskusi ini melibatkan musisi, label rekaman, hingga manajer artis. Bahkan perwakilan Hybe, perusahaan induk agensi BTS, Big Hit Music, ikut ambil bagian dalam pembicaraan tersebut.

Ke depannya, seluruh anggota dewan Recording Academy beserta Awards & Nominations Committee akan dilibatkan untuk berkonsultasi lebih lanjut. Tujuannya, menurut pernyataan resmi, adalah ā€œmenghormati musik secara tepat dan akurat dalam siklus penghargaan pertama ini serta menentukan cara terbaik untuk menghormati musik ini di masa depan.ā€

Foto BTS Hitam Putih
Foto: Group Asal Korea Selatan – BTS

BTS Ambil Sikap Tegas, Grammy Merespons dengan Hati-hati

Kontroversi ini sebenarnya sudah bergulir sejak lama, tapi benar-benar memuncak ketika BTS mengumumkan sikapnya pada 29 Juli 2026.

Grup asal Korea Selatan ini menyatakan tidak akan mengirimkan karya mereka untuk dipertimbangkan di Grammy Awards 2027. Alasannya cukup mendasar, BTS menginginkan musik dinilai tanpa sekat geografis maupun bahasa.

ā€œKami berharap musik dapat didengar dan diterima sebagaimana adanya, melampaui wilayah atau bahasa,ā€ tulis BTS dalam pernyataan resminya.

CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., langsung merespons keputusan ini di hari yang sama. Ia mengaku sedih dengan sikap BTS, meski tetap menghormati keputusan tersebut.

Sebelumnya, Mason memang gigih mempertahankan alasan pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance, yang menurutnya bertujuan ā€œmerayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa dari karya musik pop yang berasal dari Asia.ā€ Ia juga menegaskan bahwa artis yang mendaftar di kategori ini tetap bisa bersaing di kategori utama Grammy.

Kenapa Menghapus Kategori Ini Tidak Semudah Kelihatannya?

Meski peninjauan sedang berjalan, jangan berharap perubahan besar terjadi dalam waktu dekat.

Masalahnya, periode pendaftaran karya Grammy yang sudah dibuka sejak awal Juli justru akan ditutup pada Jumat pekan ini. Artinya, waktu yang tersisa untuk membuat perubahan signifikan sangat sempit.

Kritikus musik Lim Hee-yun menilai, sejumlah musisi dari berbagai negara Asia kemungkinan besar sudah lebih dulu mendaftarkan karya mereka di kategori kontroversial ini.

ā€œArtis dari negara-negara Asia lainnya kemungkinan sudah mengirimkan karya mereka untuk kategori tersebut,ā€ ujar Lim.

ā€œMengubah kriteria penjurian, atau menghapus kategori tersebut sama sekali, hanya beberapa hari sebelum tenggat pendaftaran, tidak masuk akal,ā€ lanjutnya, menyoroti dilema yang kini dihadapi Recording Academy.

Seorang sumber di industri musik bahkan meragukan Recording Academy bisa menghasilkan perubahan besar hanya dalam hitungan hari. Jadi meski boikot BTS jadi salah satu pemicu utama kontroversi ini semakin membesar, belum ada kepastian bahwa kategori Best Asian Pop Music Performance akan benar-benar dihapus.

Untuk sekarang, nasib kategori ini masih menggantung, di tengah pembahasan panjang antara Recording Academy dan berbagai perwakilan industri musik Asia yang terus mengawal isu ini dengan saksama.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.