Snorkeling di perairan Labuan Bajo biasanya jadi momen paling ditunggu wisatawan. Tapi buat GT (34), turis asal Italia ini, momen itu justru berubah jadi insiden yang berujung rumah sakit.
Senin (10/8/2026) sore, GT terjatuh dari kapal wisata saat melompat untuk snorkeling di perairan sekitar Pulau Kelor. Ia mengalami memar di punggung dan lengan, bahkan sempat kehilangan kesadaran.
Terbentur Tepi Kapal Saat Melompat
Kepala Loka Karantina Kesehatan Labuan Bajo, Bernadinus Darma, menjelaskan kronologi insiden ini saat dikonfirmasi Selasa (11/8/2026) pagi.
āWisatawan yang sedang mau mandi mungkin, saat loncat ke laut punggung bagian bawah dan lengan terbentur di tepi kapal sehingga mengalami memar dan sempat tidak sadar,ā jelasnya.
Insiden seperti ini sebenarnya menggambarkan risiko yang sering dianggap sepele dalam aktivitas snorkeling dari kapal. Momen melompat ke laut, yang biasanya terlihat seru di video-video liburan, ternyata menyimpan bahaya kalau jarak atau posisi lompatan tidak diperhitungkan dengan tepat, apalagi kalau kondisi kapal sedang bergoyang mengikuti ombak.
Dievakuasi Malam Itu Juga, Didiagnosis Cedera Punggung Akut
Begitu insiden terjadi, GT langsung dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Petugas Loka Karantina Kesehatan pelabuhan kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo pada malam harinya untuk penanganan lebih lanjut.
āSudah dievakuasi dan dirujuk ke RS Siloam,ā ujar Bernadinus.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan GT mengalami acute lower back injury, atau cedera akut pada punggung bagian bawah.
āNyeri punggung bawah, menjalar ke kaki. Kekuatan otot sulit dievaluasi,ā jelas Bernadinus.
Kondisi nyeri yang menjalar sampai ke kaki ini cukup signifikan, mengingat cedera pada area punggung bawah bisa berdampak pada saraf yang mengatur pergerakan kaki, sehingga butuh pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan tidak ada komplikasi jangka panjang.
KSOP Masih Kumpulkan Kronologi Lengkap
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan kejadian yang menimpa GT.
Pihaknya saat ini masih mengumpulkan informasi lengkap soal kronologi insiden tersebut.
āSudah ditangani oleh kantor LKK (Loka Karantina Kesehatan) pelabuhannya,ā ujar Stephanus.
Insiden ini muncul hanya sehari setelah KSOP Labuan Bajo ramai diperbincangkan publik terkait sanksi terhadap nakhoda kapal yang membawa rombongan Jessica Mila ke Pulau Padar tanpa izin resmi. Meski dua kasus ini tidak saling berkaitan langsung, keduanya sama-sama menyoroti pentingnya faktor keselamatan dalam industri wisata bahari di Labuan Bajo, baik dari sisi kepatuhan izin berlayar maupun kehati-hatian saat aktivitas wisata air berlangsung.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut soal kondisi terkini GT di Rumah Sakit Siloam, maupun apakah insiden ini akan berujung evaluasi standar keselamatan bagi operator kapal wisata yang membawanya.







