Ada sesuatu yang terasa sedikit “salah” dari Air Jordan 3 terbaru ini. Sepatu kiri dan kanan tidak benar-benar dibuat kembar. Warna merah mengambil alih satu sisi, biru menguasai sisi lainnya, dan Jordan Brand tampaknya memang tidak berniat membuatnya serasi.
Itulah Air Jordan 3 “Sports Renaissance”, rilisan baru yang membawa siluet klasik Air Jordan 3 ke arah yang lebih berani. Alih-alih sekadar mengulang desain retro, Jordan Brand bermain dengan warna, material, dan detail yang membuat sepasang sepatu ini terlihat seperti dua bagian dari satu eksperimen fashion.
Air Jordan 3 yang Tidak Mau Terlihat Terlalu Serius
Basisnya tetap familiar. Upper menggunakan kulit berwarna Obsidian, warna biru gelap yang membuat keseluruhan sepatu terlihat cukup tenang dari jauh.
Namun begitu diperhatikan, ceritanya berubah.
Sepatu kiri mendapatkan aksen merah muda dan merah di sekitar lubang tali, bagian kerah, tumit, midsole, hingga outsole. Sepatu kanan mengambil jalur berbeda dengan kombinasi biru muda dan biru tua.
Jadi, kalau biasanya sneakers dibuat agar kedua kaki terlihat identik, “Sports Renaissance” justru melakukan kebalikannya.
Dan itu bukan kesalahan produksi.
Desain asimetris tersebut memang menjadi salah satu identitas utama rilisan ini.

3 Hal yang Membuat “Sports Renaissance” Berbeda
- Warna kiri dan kanan sengaja dibuat berbeda, dengan dominasi merah di satu sisi dan biru di sisi lainnya.
- Material klasik Air Jordan 3 mendapat sentuhan baru, termasuk panel mesh dan tekstil berusuk yang menyerupai bahan sweatshirt.
- Tali tambahan warna merah dan biru memungkinkan pemiliknya membuat tampilan yang lebih berani dan semakin menonjolkan konsep asimetris.
Detail Kecilnya Justru Menarik
Jordan Brand tidak berhenti pada permainan warna.
Bagian kerah dan area lubang tali menggunakan mesh, menggantikan konstruksi kulit yang biasanya ditemukan pada Air Jordan 3. Lidah sepatu juga mendapat perlakuan berbeda dengan material tekstil berusuk yang memberikan kesan seperti sweatshirt.
Hasilnya cukup menarik karena elemen tersebut membuat sneakers ini terasa lebih seperti pakaian olahraga retro daripada sekadar sepatu basket klasik.
Motif elephant print tetap hadir di bagian depan dan tumit, tetapi kali ini menggunakan warna navy agar menyatu dengan dasar Obsidian.
Sementara itu, tali berwarna krem yang sudah terpasang memberikan sedikit jeda dari permainan merah dan biru yang cukup ramai.
Logo Jumpman putih dan tulisan “AIR” di bagian tumit kemudian menjadi elemen yang menyatukan kedua sisi.
Ada pula tali tambahan berwarna merah dan biru. Bagi yang ingin tampil lebih berani, pilihan ini membuat konsep “tidak serasi” tersebut semakin jelas.
Bukan Sekadar Sepatu Retro

Menariknya, pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana Jordan Brand terus mencoba mencari cara baru untuk menghidupkan kembali siluet lama.
Air Jordan 3 sendiri sudah memiliki bentuk yang sangat mudah dikenali. Karena itu, perubahan kecil pada material atau warna bisa langsung mengubah karakter keseluruhan sepatu.
Pada “Sports Renaissance”, Jordan Brand tidak mengubah DNA dasarnya secara ekstrem.
Mereka hanya mengacak beberapa aturan.
Warna tidak lagi harus sama. Material tidak harus mengikuti konstruksi klasik. Bahkan tali sepatu bisa digunakan untuk memperkuat perbedaan antara kaki kiri dan kanan.
Hasil akhirnya terasa retro, tetapi tidak sepenuhnya nostalgia.
Kapan Air Jordan 3 “Sports Renaissance” Dirilis?
Menurut informasi dalam materi rilisan, Air Jordan 3 “Sports Renaissance” akan tersedia pada 15 Agustus 2026 melalui Nike.
Berikut detailnya:
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Model | Air Jordan 3 “Sports Renaissance” |
| Warna | Obsidian/Track Red-Chalk |
| SKU | CK9246-400 |
| Harga ritel | US$205 |
| Tanggal rilis | 15 Agustus 2026 |
| Ketersediaan | Nike |
Dengan harga ritel US$205, sepatu ini masuk ke wilayah harga premium untuk sneakers lifestyle. Tetapi daya tarik utamanya mungkin bukan sekadar nama Air Jordan 3.
Justru konsep asimetrisnya yang membuatnya berbeda dari rilisan retro biasa.
Karena pada akhirnya, “Sports Renaissance” menawarkan satu hal yang cukup sederhana: Anda tidak harus memakai sneakers yang kiri dan kanannya terlihat persis sama.
Kadang-kadang, justru ketika aturan itu dilanggar, sebuah sepatu mulai terlihat menarik.















