Bayangkan bangun tidur, membuka tirai jendela, dan pemandangan yang menyambut bukan lagi tembok kamar hotel, melainkan lanskap pegunungan Alpen atau padang savana Afrika yang terus berganti.
Itulah yang ditawarkan sederet kereta api termewah di dunia. Bukan sekadar alat transportasi, tapi pengalaman menginap berjalan lengkap dengan hidangan racikan koki bintang Michelin, spa eksklusif, sampai pelayan pribadi berseragam klasik.
The Society of International Railway Travelers (IRT) baru saja merilis daftar 10 kereta paling mewah di dunia untuk 2026. Berikut daftarnya, dikutip dari laman resmi IRT, Selasa (4/8/2026).
Lima Besar yang Membuka Daftar

Rovos Rail: Pride of Africa membawa nuansa elegan era 1920-an lewat gerbong berpanel kayu jati yang direstorasi mendalam. Kapasitasnya sengaja dibatasi maksimal 72 penumpang demi menjaga eksklusivitas, dengan Royal Suites berbak mandi Victorian dan lounge pengamatan terbuka di rute Cape Town menuju Victoria Falls.
Golden Eagle Danube Express tampil seperti hotel bintang lima yang melintasi Eropa. Kabin Superior Deluxe dan Deluxe Class dilengkapi kamar mandi dalam, sementara Bar Lounge Car diiringi permainan piano langsung sepanjang rute dari Istanbul, Pegunungan Alpen, Transylvania, hingga Venesia.
Venice Simplon-Orient-Express dari Belmond jadi legenda yang masih hidup dengan estetika Art Deco era 1920-an. Grand Suites super mewah, pelayan pribadi berseragam klasik, dan tradisi Midnight Brunch di Bar Car 3674 jadi ciri khasnya di rute Paris, Venesia, dan Istanbul.
Belmond Royal Scotsman menyusuri Dataran Tinggi Skotlandia dengan interior bermotif tartan. Yang menarik, kereta ini punya gerbong perawatan spa hasil kerja sama khusus dengan Dior Spa, dipadukan candlelight dinner dan koleksi whisky lokal terbaik.
Golden Eagle jadi spesialis rute penjelajahan darat jarak jauh, membawa penumpang ke destinasi bersejarah yang sulit dijangkau wisatawan biasa. Kabin privatnya dilengkapi dokter pribadi di dalam kereta, sebuah standar layanan yang jarang ditemukan di moda transportasi lain manapun.
Lima Berikutnya yang Tak Kalah Istimewa

Belmond Britannic Explorer jadi kereta tidur mewah pertama di Inggris dan Wales, merayakan tradisi penjelajahan Britania dengan desain botani kontemporer. Rutenya menyusuri pesisir Cornwall, perbukitan Wales, hingga Danau Lake District.
Golden Eagle Silk Road Express menghidupkan kembali rute legendaris Jalur Sutra. Han Dynasty Suites dan sajian kuliner khas Asia Tengah dan Timur jadi daya tarik utama di jalur yang dulu menghubungkan peradaban Timur dan Barat ini.
El TranscantƔbrico Gran Lujo memadukan nostalgia lewat gerbong Pullman asli tahun 1923 dengan kenyamanan masa kini, menyusuri pesisir utara Spanyol dari San SebastiƔn hingga Santiago de Compostela.
La Dolce Vita Orient Express merayakan estetika Italia era 1960-an dengan desain mid-century modern. Yang membuatnya istimewa, seluruh pengalaman kulinernya dikurasi langsung oleh koki bintang tiga Michelin, Heinz Beck, di rute yang melintasi Roma, Venesia, Toscana, Sisilia, hingga Istanbul.
Tren Al Ćndalus menutup daftar dengan gaya anggun era Belle Ćpoque, mengajak penumpang menikmati jamuan khas Andalusia lengkap dengan minyak zaitun terbaik, jamón ibĆ©rico, dan anggur Sherry, melintasi Seville, Cordoba, Granada, dan Cadiz.
| Kereta | Rute Unggulan |
| Rovos Rail: Pride of Africa | Cape Town ā Victoria Falls |
| Golden Eagle Danube Express | Istanbul ā Alpen ā Transylvania ā Venesia |
| Venice Simplon-Orient-Express | Paris ā Venesia ā Istanbul |
| Belmond Royal Scotsman | Dataran Tinggi Skotlandia |
| Golden Eagle | Destinasi bersejarah lintas benua |
| Belmond Britannic Explorer | Cornwall ā Wales ā Lake District |
| Golden Eagle Silk Road Express | Jalur Sutra |
| El TranscantĆ”brico Gran Lujo | San SebastiĆ”n ā Santiago de Compostela |
| La Dolce Vita Orient Express | Roma ā Venesia ā Toscana ā Sisilia ā Istanbul |
| Tren Al Ćndalus | Seville ā Cordoba ā Granada ā Cadiz |
Kalau dipikir-pikir, daftar ini sebenarnya menyampaikan satu pesan yang sama dari sepuluh sudut berbeda. Kemewahan sejati bukan soal seberapa cepat sampai di tujuan, melainkan seberapa berharga setiap menit yang dihabiskan di sepanjang perjalanan itu sendiri, sesuatu yang mungkin mulai banyak dilupakan di era ketika semua orang terburu-buru mengejar destinasi berikutnya.







