Kalau kamu sudah merencanakan sunrise trip ke Bromo lewat jalur Malang atau Lumajang minggu ini, ada baiknya cek dulu sebelum berangkat.
Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kali ini di Blok Bantengan. Api yang membakar area tersebut memaksa pengelola mengambil langkah tegas, menutup sebagian pintu masuk utama ke destinasi wisata yang selama ini jadi primadona wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tiga Jalur Ditutup Sejak Senin Malam
Penutupan berlaku efektif mulai Senin malam pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Akses yang ditutup total mencakup pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Tiga jalur ini bukan jalur kecil, melainkan rute utama yang biasa dipakai ribuan wisatawan setiap harinya untuk menikmati Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan keputusan ini diambil demi memprioritaskan keselamatan pengunjung sekaligus memberi ruang gerak penuh bagi tim pemadam di lapangan.
āUntuk kelancaran pemadaman dan keamanan pengunjung, akses melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro kami tutup sementara,ā ujar Rudi, Selasa (4/8/2026).

Titik Api Muncul Sore Hari, Luas Area Masih Misteri
Laporan awal mencatat titik api pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan sekitar pukul 17.00 WIB.
Sampai sekarang, luas area yang terdampak masih belum bisa dipastikan. Masalahnya, seluruh fokus tim di lapangan masih tertuju sepenuhnya pada proses pemadaman, bukan pengukuran dampak.
āSaat ini tim di lapangan masih fokus penuh pada proses pemadaman. Setelah api dipadamkan dan situasi kondusif, tim khusus akan diterjunkan untuk mengukur luas area yang terbakar,ā tambahnya.
Di sinilah letak yang jarang dibahas soal kebakaran di kawasan konservasi seperti Bromo. Selain kerugian ekologis, medan pegunungan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman jauh lebih rumit dibanding kebakaran di area datar, sehingga waktu pemulihan akses pun sulit diprediksi.
Masih Bisa Berkunjung, Tapi dengan Batasan Ketat
Kabar baiknya, Bromo belum sepenuhnya tertutup untuk wisatawan.
Dua jalur alternatif tetap dibuka, yaitu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Bagi yang sudah terlanjur merencanakan perjalanan lewat dua jalur ini, kunjungan masih bisa dilanjutkan.
Namun ruang gerak wisatawan dibatasi secara ketat. Pengunjung hanya diizinkan menikmati area lautan pasir, dan dilarang keras menyeberang atau mendekati kawasan Savana demi mengantisipasi risiko rambatan api ke titik-titik baru.
Pihak TNBTS mengingatkan seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata untuk ekstra waspada, serta mematuhi aturan keselamatan, terutama soal penggunaan api di dalam kawasan konservasi. Mengingat kebakaran di kawasan gunung berbasis savana dan padang rumput kering seperti Bromo cenderung mudah menjalar saat musim kemarau, kewaspadaan ini bukan sekadar imbauan formal, melainkan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terus berulang di titik lain.







