Pernah merasa baru saja memikirkan tagihan listrik, lalu ingat cicilan, belum selesai itu muncul lagi notifikasi kartu kredit atau dompet digital?
Kalau iya, ternyata kamu tidak sendirian.
Sebuah riset dari TIAA Institute menemukan orang dengan pemahaman keuangan yang rendah bisa menghabiskan rata-rata lebih dari 13 jam setiap minggu hanya untuk memikirkan dan mengurus masalah keuangan. Sebaliknya, mereka yang lebih memahami cara mengelola uang hanya menghabiskan sekitar empat jam seminggu.
Selisihnya hampir setara satu hari kerja.
Yang menarik, para ahli mengatakan masalahnya bukan semata-mata karena seseorang tidak mengerti investasi atau sulit menghitung anggaran bulanan.
Menurut Christine Benz, Direktur Personal Finance and Retirement Planning di Morningstar, banyak orang menghabiskan waktu karena terus “memadamkan api”. Hari ini memindahkan saldo rekening agar cukup membayar tagihan, besok mencari cara menutup cicilan, lalu minggu depan menghadapi pengeluaran tak terduga. Siklus itu membuat pikiran tidak pernah benar-benar tenang.
Lalu bagaimana cara memutusnya?
Hal pertama yang disarankan adalah memiliki dana darurat, meski jumlahnya belum besar. Menyisihkan uang sedikit demi sedikit setiap bulan bisa mengurangi kepanikan saat ban kendaraan bocor, motor rusak, atau tiba-tiba harus berobat.
Dengan begitu, kamu tidak perlu terus memutar otak mencari uang setiap kali muncul pengeluaran mendadak.
Langkah berikutnya justru terdengar sederhana: otomatisasi keuangan.
Ahli perencana keuangan Doug Boneparth menyarankan pembayaran tagihan, cicilan, hingga tabungan dilakukan secara otomatis jika memungkinkan. Semakin sedikit keputusan kecil yang harus dibuat setiap minggu, semakin sedikit pula energi yang terkuras.
Logikanya sederhana. Kalau tagihan sudah dibayar otomatis dan tabungan langsung dipotong saat gajian, kamu tidak perlu mengingatnya setiap hari.
Bukan cuma itu.
Terlalu banyak rekening bank, kartu kredit, atau dompet digital juga bisa membuat seseorang lebih sering membuka aplikasi keuangan hanya untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Karena itu, menyederhanakan jumlah akun dan menggunakan aplikasi yang bisa menampilkan seluruh kondisi keuangan dalam satu dashboard juga dinilai membantu menghemat waktu.
Kalau dipikir-pikir, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat uang bertambah.
Yang sebenarnya ingin dicapai adalah membeli kembali waktu dan ketenangan pikiran.
Karena semakin sedikit waktu yang habis untuk terus-menerus memikirkan uang, semakin banyak waktu yang bisa dipakai untuk bekerja, belajar, menikmati keluarga, atau bahkan mencari peluang penghasilan baru.







