Rachel Cia Tampil di Billboard Live Tokyo, Bawa ‘Call It Love’ Menyapa Jepang

Rachel Cia mencatat debut internasional dengan tampil di Billboard Live Tokyo. Lewat penampilan tersebut, ia memperkenalkan lagu kolaborasi Call It Love bersama musisi Jepang idom, sebuah langkah penting yang membuka peluang lebih besar bagi karier musiknya di kancah internasional.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
Foto Rachel Cia Saat Mnaggung di Tokyo (instagram.com/rchelcia)

Bagi banyak musisi Indonesia, tampil di luar negeri adalah mimpi. Tetapi ada panggung tertentu yang membuat pencapaian itu terasa berbeda. Salah satunya adalah Billboard Live Tokyo, tempat yang selama ini identik dengan penampilan musisi-musisi kelas dunia.

Kini, nama Rachel Cia ikut menjadi bagian dari cerita itu.

Penyanyi yang juga dikenal dengan nama panggung RACH? resmi menjalani debut penampilan live di Jepang pada 18 Juli 2026. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan lagu kolaborasinya, Call It Love, kepada publik dan penikmat musik Jepang.

Yang membuat momen ini terasa spesial bukan hanya lokasinya, tetapi juga bagaimana lagu itu lahir dari kolaborasi lintas negara.

Rachel menggandeng musisi Jepang idom, sementara proses produksinya dipercayakan kepada F4dli. Hasilnya adalah sebuah lagu yang menjadi jembatan antara dua industri musik yang selama ini jarang bertemu dalam satu proyek.

Rachel pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Lewat unggahan di Instagram, ia menyebut penampilan tersebut sebagai live performance pertamanya di Jepang sekaligus salah satu proyek yang paling berarti dalam perjalanan kariernya.

ā€œPenampilan live pertamaku di Jepang!! Proyek kolaborasi ini sangat berarti buatku,ā€ tulis Rachel.

Yang menarik, proses kreatif di balik lagu itu ternyata berlangsung sangat cepat.

Rachel mengungkap bahwa ia bersama idom, F4dli, dan Gamaliel berhasil menulis dua lagu hanya dalam waktu dua hari. Menurutnya, semua proses itu mengalir begitu saja hingga akhirnya melahirkan karya yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming.

Bagi seorang musisi, momen seperti ini sering kali menjadi bukti bahwa chemistry tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang.

Di balik penampilannya di atas panggung, Rachel juga menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak yang ikut mendukung proyek tersebut. Mulai dari idom, Sony Music Entertainment Indonesia, Sony Music Entertainment Jepang, tim kreatif, hingga para penonton yang hadir langsung di Billboard Live Tokyo.

Ia menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada para pendengar yang terus mengikuti perjalanan musiknya dan mengajak mereka menikmati Call It Love di platform streaming.

Namun perjalanan Rachel di Jepang ternyata tidak berhenti di atas panggung.

Selama berada di Tokyo, ia juga membagikan sejumlah momen di balik layar. Mulai dari sesi latihan bersama idom, persiapan sebelum tampil, hingga suasana hangat yang ia rasakan selama berada di Jepang.

Salah satu foto yang paling menarik perhatian adalah saat Rachel berpose di depan Hall of Fame Billboard Live Tokyo, tempat yang menampilkan deretan poster musisi internasional yang pernah mengisi panggung bergengsi tersebut.

Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sebuah foto.

Namun bagi seorang musisi yang sedang membangun karier, berdiri di tempat yang sama dengan para nama besar dunia tentu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Penampilan di Billboard Live Tokyo memang belum menjadi garis akhir perjalanan Rachel Cia. Justru sebaliknya, momen ini bisa menjadi pintu yang membuka lebih banyak kolaborasi internasional di masa depan. Dan jika Call It Love berhasil menemukan pendengarnya di Jepang, bukan tidak mungkin langkah berikutnya akan membawa Rachel ke panggung-panggung yang lebih besar lagi.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.