Videonya viral sampai ke luar negeri, tapi cerita di baliknya jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan.
Seorang remaja asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendadak jadi perbincangan dunia usai video dirinya memanggul selang air sambil mengenakan kostum Superman tersebar luas di media sosial. Bukan cuma viral di Indonesia, video ini bahkan diunggah ulang oleh media besar seperti The Washington Post dan Reuters.
Dari Palangka Raya ke Linimasa Dunia
The Washington Post mengunggah video tersebut di akun Instagram resminya dengan judul āTeenager Dresses as Superman Fights Wildfires in Indonesiaā pada Minggu (16/8/2026) pagi.
Dalam video itu, terlihat sosok remaja sibuk menyemprotkan air ke lahan yang masih dilahap api, dengan latar pemandangan serba abu-abu, nyaris tanpa warna hijau daun tersisa. Pemandangan itulah yang membuat video ini begitu kuat menyentuh perasaan orang-orang yang menontonnya, gambaran nyata betapa parahnya dampak kebakaran hutan dan lahan tahun ini.
Nama remaja itu adalah Rudiansyah, siswa kelas X SMA Negeri 10 Palangka Raya yang tinggal di Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya.
Kostum yang Awalnya Dibeli untuk Lari Maraton
Ternyata, kostum Superman yang ia kenakan bukan disiapkan khusus untuk aksi heroik ini.
āPakai kostum ini iseng, beli udah dari Februari 2026, untuk ikut kejuaraan lari maraton, tapi enggak terpakai,ā jelas Rudiansyah saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi kebakaran, Senin (17/8/2026).
Alih-alih menyimpan kostum itu begitu saja, ia memilih memanfaatkannya untuk hal yang jauh lebih berarti. āIni sudah lama kostumnya. Daripada enggak kepakai, lebih baik saya pakai untuk memadamkan api saja,ā ujarnya sambil tersenyum.

Bukan Disuruh, Tapi Panggilan Hati Sendiri
Yang membuat cerita ini terasa lebih dalam, tidak ada siapa pun yang memaksa Rudiansyah turun ke lokasi kebakaran.
āPulang sekolah, daripada cuma di rumah mainan HP, lebih baik gabung membantu mereka (tim pemadam kebakaran). Apalagi ini termasuk wilayah saya,ā ungkapnya.
Ayahnya, Mulyadi, membenarkan kebiasaan sang anak. āAnak saya ini dia paham udah, setiap dia pulang sekolah dan tidak ada kegiatan, pasti dia ikut terus (memadamkan api),ā ujarnya.
Trauma Kabut Asap yang Tak Ingin Terulang
Di balik keputusan Rudiansyah ikut memadamkan api, ada pengalaman masa kecil yang membekas dalam.
āJadi waktu usiaku 6 tahun, tahun 2015 dulu, Palangka Raya ini kan kabut asap tebal, sampai sakit gara-gara kabut asap, aku tidak mau kejadian serupa terulang,ā ceritanya.
Sebagai remaja yang gemar berlari maraton, ia bahkan kehilangan rutinitas favoritnya karena kabut asap tebal akibat karhutla, membuat latihan pagi dan sore di sekitar rumahnya jadi tidak mungkin dilakukan. Daripada hanya menunggu keadaan membaik, Rudiansyah memilih terjun langsung menerobos api.
āTahun 2015 itu sangat membekas dalam ingatan saya, saya tidak ingin asap tebal seperti itu terulang, makanya saya ikut membantu memadamkan juga,ā pungkasnya.

Dunia Ikut Terharu, Warganet Sebut Ini āSuperhero Sungguhanā
Video ini memicu banjir komentar hangat dari warganet asing maupun Indonesia.
āHeroes do wear capes,ā tulis akun @adisuna. āSuperman in real life,ā sambung @kettylamia. Ada juga yang berharap penuh perhatian soal keselamatan Rudiansyah, seperti komentar dari @wilsonjollyroger, āHopefully that costume is at least a little flame resistant.ā
Di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti Kalimantan Tengah tahun ini, gambar seorang remaja berkostum Superman yang menyemprotkan air ke tengah api justru mengingatkan banyak orang, kepahlawanan sejati kadang datang bukan dari kekuatan super, tapi dari keberanian sederhana untuk peduli pada tempat yang kita sebut rumah.







