Gempa M5,7 Guncang Nias Selatan, Getaran Terasa Lima Detik sampai Padang

Gempa magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Rabu (18/8/2026), dengan getaran dirasakan 3-5 detik hingga menjalar ke Pasaman Barat, Agam, dan Padang di Sumatra Barat. BMKG pastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
gempa Sumatra Barat Mentawai
Highlights
  • Gempa M5,7 berpusat di laut, 147 km tenggara Nias Selatan, kedalaman 29 km
  • Guncangan dirasakan warga Nias Selatan selama 3-5 detik, BMKG pastikan tak berpotensi tsunami
  • Getaran turut dirasakan hingga Pasaman Barat, Agam, dan Kota Padang di Sumatra Barat

Rabu siang tadi, warga Nias Selatan sempat merasakan momen menegangkan selama beberapa detik.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (18/8/2026) pukul 13.02 WIB. Meski durasinya singkat, guncangan ini cukup terasa hingga membuat sejumlah warga waspada sejenak.

Guncangan Terasa hingga Lima Detik

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan seberapa kuat getaran yang dirasakan warga setempat.

ā€œGuncangan gempa dirasakan lemah selama 3-5 detik oleh warga Kabupaten Nias Selatan,ā€ ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut, pada kedalaman 29 kilometer, sekitar 147 kilometer arah tenggara Nias Selatan. Kabar baiknya, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, jadi warga pesisir tidak perlu panik berlebihan.

Getarannya Menjalar sampai ke Sumatra Barat

Yang menarik, meski pusat gempa berada di dekat Nias, dampak guncangannya justru ikut dirasakan cukup jauh ke selatan.

Warga di Provinsi Sumatra Barat turut merasakan getaran, tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, dan Kota Padang. Sebaran getaran yang cukup luas ini menunjukkan kekuatan gempa memang cukup signifikan, meski durasinya sendiri tergolong singkat.

Belum Ada Laporan Kerusakan, Tapi Pemantauan Terus Berjalan

Sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah terdampak masih melakukan monitoring untuk memastikan ada atau tidaknya dampak kerusakan akibat gempa ini.

BNPB pun mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang menghadapi situasi ini, sembari tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Beberapa langkah antisipasi yang disarankan meliputi memastikan bangunan tempat tinggal aman dari retakan, terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat, serta segera menuju tempat lapang dan menjauhi pantai jika terjadi gempa susulan yang kuat.

Buat warga di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kejadian ini jadi pengingat sederhana, kewaspadaan tetap perlu dijaga, apalagi mengingat wilayah ini memang berada di jalur rawan gempa yang cukup aktif.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.