Gempa M5,7 Guncang Sumatra Barat, Getaran Terasa hingga Padang

Gempa magnitudo 5,7 mengguncang perairan lepas pantai Mentawai, Sumatra Barat, Selasa (18/8/2026) siang, dengan getaran terasa hingga Padang, Pariaman, dan sejumlah wilayah sekitarnya. Belum ada laporan dampak kerusakan hingga saat ini.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
gempa Sumatra Barat Mentawai
Highlights
  • Gempa M5,7 terjadi di kedalaman 31 km, perairan lepas pantai Mentawai, Sumatra Barat
  • Getaran dirasakan meluas hingga Padang, Pariaman, Pasaman Barat, Agam, dan Tapanuli Utara
  • Belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban jiwa, BMKG masih pantau situasi

Baru beberapa hari lalu Indonesia bagian timur diguncang gempa besar, sekarang giliran Sumatra yang merasakan getarannya sendiri.

Selasa (18/8/2026) siang, tepat pukul 13.02 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Sumatra bagian selatan. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di perairan lepas pantai barat Sumatra, sekitar kawasan Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 31 kilometer.

Bukan Cuma Terasa di Satu Titik

Yang menarik, meski pusat gempa berada jauh di tengah laut, guncangannya ternyata cukup luas menjalar ke daratan.

Sejumlah wilayah melaporkan merasakan getaran, mulai dari Tapanuli Utara, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, sampai Agam. Bayangkan saja, satu titik gempa di lautan bisa membuat warga di enam wilayah berbeda ikut merasakan getarannya hampir bersamaan.

Buat warga yang saat itu sedang beraktivitas biasa, momen tiba-tiba tanah bergoyang tentu jadi kejutan yang cukup mengagetkan, apalagi kalau lokasi mereka jauh dari pesisir dan tidak menyangka getaran bisa sampai sejauh itu.

Belum Ada Kabar Kerusakan, Tapi Kewaspadaan Tetap Perlu

Sampai berita ini ditulis, belum ada laporan resmi soal kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Masalahnya, ketiadaan laporan bukan berarti situasinya sudah sepenuhnya aman. BMKG masih terus memantau perkembangan, termasuk kemungkinan munculnya gempa susulan di wilayah tersebut.

Kalau dipikir-pikir, gempa seperti ini jadi pengingat penting buat siapa pun yang tinggal di sepanjang jalur pesisir barat Sumatra. Wilayah ini memang dikenal berada di jalur pertemuan lempeng aktif, jadi kewaspadaan bukan sekadar imbauan formalitas, tapi kebutuhan nyata sehari-hari.

Warga di sekitar lokasi terdampak diimbau tetap tenang namun waspada, sembari terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk perkembangan situasi selanjutnya.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.