26 Tahun Tersesat, Kartu Pos dari Orang Tua yang Sudah Tiada Akhirnya Sampai

Pria di California terima kartu pos dari orang tuanya yang sudah meninggal, terlambat 26 tahun sejak dikirim dari Kopenhagen tahun 2000.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
Highlights
  • Bob Sheppard terima kartu pos dari orang tuanya yang terlambat 26 tahun sejak dikirim tahun 2000
  • Petugas pos duga kartu tersangkut di bawah perabotan selama puluhan tahun sebelum ditemukan
  • Kartu pos kini melengkapi koleksi kenangan perjalanan keluarga ke berbagai negara

Bayangkan kamu buka kotak surat seperti biasa, lalu menemukan pesan yang ditulis orang tuamu 26 tahun lalu.

Itulah yang dialami Bob Sheppard, warga Long Beach, California. Rabu 5 Agustus lalu, ia membuka kotak suratnya dan menemukan sebuah kartu pos yang dikirim orang tuanya dari perjalanan mereka ke Kopenhagen pada tahun 2000. Bukan surat biasa, tapi pesan yang datang seperempat abad lebih lambat dari seharusnya.

Pesan Singkat yang Menyimpan Rindu Panjang

Bob menyebut momen ini sebagai ā€œkartu pos dari surga.ā€

Isinya sendiri sederhana, hanya beberapa kalimat tentang kesan mereka saat mendarat di Kopenhagen. ā€œFlying in, we saw lots of water and green, green land everywhere. Love, M&D,ā€ begitu tulisan singkat di kartu pos itu.

Tapi buat Bob, kesederhanaan itu justru yang membuatnya begitu berarti. Kartu pos ini membangkitkan kembali kenangan tentang ibunya, Joanne, yang dikenal sebagai sosok ramah dan meninggal empat tahun lalu, serta ayahnya John, seorang veteran Angkatan Darat yang lebih dulu berpulang dua tahun sebelum sang istri.

Kenapa Bisa Terlambat Sampai 26 Tahun?

Ini pertanyaan yang wajar muncul, dan jawabannya ternyata cukup masuk akal meski tetap terasa ajaib.

Kartu pos itu bertanggal Juli 2000, tapi cap posnya justru menunjukkan tanggal awal bulan ini. Ketika Bob bertanya ke petugas pos langganannya, penjelasan yang muncul cukup sederhana, kemungkinan besar kartu pos itu terjatuh dari bak sortir surat dan tersangkut di bawah perabotan selama puluhan tahun.

ā€œMereka pasti baru menemukannya belakangan ini, terus bilang, ā€˜Hei, orang ini masih tinggal di alamat yang sama. Ayo kita kirim ke dia,'ā€ jelas petugas pos tersebut.

Satu Lagi Kepingan dari Petualangan Orang Tuanya

Bagi Bob, kartu pos ini bukan cuma sekadar kertas tua yang tersasar.

Ia kini menyimpannya bersama koleksi dokumen, foto, dan suvenir lain hasil perjalanan orang tuanya keliling dunia, mulai dari Kepulauan Galapagos, Afrika, sampai Pulau Paskah. Semua itu jadi jejak nyata dari sepasang orang tua yang gemar menjelajah dunia bersama.

ā€œIni adalah harta karun,ā€ ujar Bob soal kartu pos tersebut.

Kadang, hal-hal kecil yang tampak tersesat justru menemukan jalannya kembali di waktu yang paling tepat, membawa pesan lama yang terasa seperti baru ditulis kemarin, meski pengirimnya sudah lama tiada.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.