Kalau kamu pernah punya sepatu atau kaos olahraga bertuliskan βProject Rockβ, ada kabar penting yang perlu kamu tahu.
Dwayne βThe Rockβ Johnson dan Under Armour baru saja mengumumkan berakhirnya kemitraan bisnis yang sudah berjalan satu dekade lamanya. Bukan perpisahan yang penuh drama, tapi keputusan bisnis yang disepakati baik-baik oleh kedua belah pihak.
Project Rock Kini Sepenuhnya Kembali ke Tangan The Rock
Ini bagian yang paling penting buat penggemar merek ini.
Dwayne Johnson, bersama rekan bisnisnya Dany Garcia, akan kembali memegang kendali penuh atas merek dagang Project Rock. Selama ini Garcia memang tetap tercatat sebagai pemilik tunggal merek tersebut, tapi produksinya bergantung pada Under Armour sebagai mitra manufaktur.
Dengan berakhirnya kemitraan ini, Johnson dan Garcia sekarang sedang mencari mitra manufaktur dan distribusi baru untuk melanjutkan koleksi Project Rock ke depannya.
Delapan Tahun Perjalanan yang Tidak Sebentar
Untuk memahami betapa besar arti kolaborasi ini, perlu melihat kembali seberapa jauh perjalanannya.
Project Rock pertama kali diluncurkan tahun 2017 sebagai bagian dari kemitraan dengan Under Armour. Selama itu, merek ini berkembang menghadirkan pakaian performa, aksesori, sampai alas kaki yang identik dengan gaya latihan disiplin ala Dwayne Johnson sendiri.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah kolaborasi multiyear dengan UFC, langkah yang semakin memperkuat posisi Project Rock di industri olahraga dan kebugaran global.
Kenapa Under Armour Memilih Melepas Merek Ini?
Di sinilah letak alasan bisnis di balik keputusan ini.
Under Armour sedang melakukan restrukturisasi internal, dengan fokus baru mengarah ke lini pakaian miliknya sendiri, UA Train. Artinya, perusahaan ini memilih menyederhanakan portofolio mereka, bukan lagi menyebar fokus ke berbagai kolaborasi besar seperti sebelumnya.
Yang menarik, ini bukan kepergian nama besar pertama dari Under Armour dalam waktu dekat. Bintang NBA Stephen Curry sebelumnya juga sudah lebih dulu hengkang, beralih ke merek asal Tiongkok, Li-Ning. Kalau ditotal, ini jadi kehilangan nama besar kedua bagi perusahaan asal Baltimore ini hanya dalam setahun terakhir.
Apa yang Terjadi dengan Produk Project Rock Sekarang?
Buat kamu yang masih ingin berburu koleksi Project Rock versi Under Armour, jangan buru-buru khawatir.
Under Armour akan tetap mendistribusikan sisa koleksi yang ada hingga Oktober 2026. Jadi masih ada waktu sebelum produk-produk ini benar-benar menghilang dari rak toko dengan label kolaborasi lama ini.
Yang jadi pertanyaan sekarang, mitra manufaktur seperti apa yang akan dipilih Dwayne Johnson dan Dany Garcia untuk melanjutkan Project Rock. Dengan basis penggemar yang sudah loyal selama satu dekade, langkah selanjutnya dari duo ini pasti akan terus dipantau ketat oleh industri fashion olahraga dunia.







