Kalau kamu penggemar sepak bola sejak era 2000-an, siap-siap saja perasaanmu bakal campur aduk baca ini.
Cristiano Ronaldo, salah satu nama yang identik dengan sepak bola dua dekade terakhir, baru saja memberi sinyal paling jelas soal kapan ia akan berhenti bermain. Bukan lewat konferensi pers resmi, tapi lewat wawancara personal yang justru terasa lebih jujur dari biasanya.
βMungkin Tahun Terakhir Saya Bermain Sepak Bolaβ
Kalimat itu yang jadi sorotan utama dari wawancara Ronaldo bersama Vogue.
Penyerang Al-Nassr berusia 41 tahun ini secara terbuka menyebut musim 2026-27 kemungkinan besar jadi musim terakhirnya sebagai pemain profesional. Bukan pernyataan yang dilontarkan sambil lalu, tapi disampaikan dengan kesadaran penuh bahwa ini adalah babak akhir dari perjalanan panjang 25 tahun kariernya.
Yang menarik, pengakuan ini muncul di momen yang cukup personal, menjelang pernikahannya dengan Georgina RodrΓguez, dan tak lama setelah Portugal berlaga di Piala Dunia 2026.
Perjalanan yang Dimulai dari Sporting CP
Untuk memahami betapa besar makna keputusan ini, perlu melihat kembali seberapa panjang jalan yang sudah dilalui Ronaldo.
Dari Sporting CP, ia melangkah ke Manchester United, lalu Real Madrid, Juventus, dan kini Al-Nassr. Sepanjang perjalanan itu, lima trofi Ballon dβOr berhasil ia kumpulkan, menempatkannya sebagai salah satu nama paling dihormati dalam sejarah sepak bola modern.
Meski masih terikat kontrak dengan Al-Nassr di Saudi Pro League, Ronaldo mengakui bahwa meninggalkan sepak bola akan jadi perubahan besar dalam hidupnya. Tapi ia menegaskan satu hal penting, ia sudah menyiapkan diri untuk transisi ini jauh-jauh hari.

Setelah Gantung Sepatu, Ronaldo Mau Ngapain?
Ini bagian yang bikin penggemar penasaran, apa yang akan dilakukan seorang legenda setelah tidak lagi berlari di lapangan hijau.
Jawabannya cukup sederhana dan manusiawi. Ronaldo ingin lebih banyak waktu bersama keluarga, lebih sering bepergian, serta menekuni hobi barunya, bermain dan menonton padel.
βMasa depan saya sudah sepenuhnya saya rencanakan. Ada begitu banyak hal yang bisa membuat saya tetap sibuk, sehingga sulit untuk menyebutkan hanya satu,β ujarnya kepada Vogue.
Ia juga menyinggung soal kekosongan besar yang biasanya dirasakan atlet begitu berhenti berkompetisi, dan cara ia menyiasatinya dengan mengisi waktu lewat berbagai aktivitas, bukan cuma satu hal saja.
Sebuah Pengorbanan yang Akhirnya Ingin Dinikmati
Ada satu kalimat dari Ronaldo yang terasa paling jujur dari seluruh wawancara ini.
βPada akhirnya, 25 tahun ini penuh dengan pengorbanan,β ujarnya, mengingatkan bahwa di balik semua trofi dan sorotan kamera, ada harga yang harus dibayar seorang atlet elite selama puluhan tahun kariernya.
Pengakuan Ronaldo ini juga muncul tidak lama setelah rival abadinya, Lionel Messi, ikut merenungkan soal panjangnya perjalanan karier mereka berdua. Dua nama yang selama dua dekade terus dibandingkan, kini sama-sama mulai berbicara soal fase akhir dari perjalanan panjang mereka.
Untuk sekarang, Ronaldo masih akan melanjutkan musim 2026-27 bersama Al-Nassr. Tapi dengan pengakuan terbuka ini, setiap pertandingannya musim ini mungkin akan ditonton dengan cara yang berbeda oleh jutaan penggemar di seluruh dunia, sebagai bagian dari babak penutup seorang legenda.







