Lagu Taylor Swift Dicabut dari TikTok Team Trump, Ini Sebabnya

Lagu August milik Taylor Swift dihapus dari video TikTok Team Trump usai digunakan dengan nada menyindir, melanjutkan rentetan ketegangan antara Swift dan Trump yang sudah berlangsung sejak 2018.

Giostanovlatto
By
Giostanovlatto
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling...
- Founder
lagu Taylor Swift dicabut TikTok Team Trump (TheStewartofNY/WireImage)
Highlights
  • Lagu August milik Taylor Swift dihapus dari video TikTok Team Trump usai dipakai tanpa izin
  • Ini bukan kali pertama, lagu Father Figure juga sempat dicabut dari video serupa November lalu
  • Ketegangan Trump dan Swift sudah berlangsung sejak 2018, jauh sebelum dukungan Swift ke Kamala Harris

Kalau ada satu hal yang konsisten dari hubungan Donald Trump dan Taylor Swift, itu adalah ketegangan yang tidak pernah benar-benar reda.

Kali ini giliran lagu ā€œAugustā€ dari album Folklore yang jadi korban. Akun TikTok Team Trump, yang dibuat sejak kampanye presiden 2024, mengunggah video Donald dan Melania Trump menonton kembang api dengan lagu tersebut sebagai latar musiknya.

Diunggah dengan Nada Menyindir, Berakhir Dihapus

Caption video itu sendiri terdengar sengaja provokatif. ā€œI’m sure @Taylor Swift is going to be super excited we used her song! #taylorswift #maga #august,ā€ tulis akun tersebut.

Tapi tidak butuh waktu lama sebelum lagunya lenyap dari video itu. Jumat lalu, pengguna di Amerika Serikat menyadari lagu ā€œAugustā€ sudah hilang dari klip TikTok tersebut, digantikan pesan: ā€œThe copyright owner hasn’t made this sound available in your country.ā€

Pesan itu jadi indikasi kuat bahwa pihak Taylor Swift, sebagai pemegang hak cipta lagunya, secara aktif mengambil langkah untuk mencabut penggunaan musiknya dari konten yang dianggap tidak diinginkan.

Bukan Kali Pertama Lagu Swift Jadi Korban

Masalahnya, ini bukan insiden pertama semacam ini.

Menurut laporan Variety, video Team Trump lain yang menggunakan lagu ā€œFather Figureā€ milik Swift, diunggah sejak November 2025, juga mengalami nasib serupa, suaranya dicabut.

Namun yang menarik, penghapusan ini tidak berlaku menyeluruh untuk semua konten terkait Gedung Putih. Video resmi TikTok Gedung Putih dari November lalu yang menggunakan lagu ā€œThe Fate of Opheliaā€ ternyata masih tetap utuh sampai sekarang. Artinya, langkah pencabutan ini tampaknya menyasar spesifik akun Team Trump yang memang dikenal kerap memakai musik Swift dengan nada menyindir.

Ketegangan yang Sudah Berlangsung Bertahun-Tahun

Gesekan antara Trump dan Swift sebenarnya bukan cerita baru yang muncul tiba-tiba.

Setelah Swift secara terbuka mendukung Kamala Harris di pemilu 2024, dan Trump sendiri pernah menyatakan ā€œI HATE TAYLOR SWIFTā€, akun Team Trump memang berulang kali memakai lagu-lagu Swift dengan nada yang terkesan menyindir di berbagai unggahan TikTok mereka.

Gedung Putih bahkan tidak bisa menahan diri saat Swift menikah dengan Travis Kelce di Madison Square Garden. Serangkaian meme langsung dilepas pada hari pernikahan tersebut di bulan Juli.

Menariknya, ketidaksukaan Trump terhadap Swift ternyata sudah ada jauh sebelum drama pemilu 2024. Jelang pemilu paruh waktu 2018, Swift sempat menyuarakan dukungannya untuk kandidat Senat dari Partai Demokrat, Phil Bredesen, melawan kandidat Republik Marsha Blackburn di Tennessee.

Saat itu, Trump yang menjabat presiden langsung menanggapi sikap Swift di depan Gedung Putih. ā€œI’m sure Taylor Swift knows nothing, and doesn’t know anything about [Blackburn],ā€ katanya, sebelum menambahkan dengan nada bercanda, ā€œI like Taylor’s music about 25 percent less now, OK?ā€

Perseteruan yang Terus Berlanjut

Kalau dilihat dari polanya, gesekan ini sepertinya akan terus berulang setiap kali akun-akun terkait Trump mencoba memakai musik Swift sebagai alat sindiran politik.

Di sisi lain, langkah cepat pencabutan hak cipta ini menunjukkan bahwa tim Swift terus memantau ketat setiap penggunaan lagu-lagunya di ranah politik, khususnya yang dianggap tidak sesuai dengan sikap dan nilai yang selama ini ia perjuangkan secara terbuka.

Share This Article
Follow:
Giostanovlatto adalah pendiri Bali Reporter yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.