Kalau ada satu hal yang konsisten dari hubungan Donald Trump dan Taylor Swift, itu adalah ketegangan yang tidak pernah benar-benar reda.
Kali ini giliran lagu āAugustā dari album Folklore yang jadi korban. Akun TikTok Team Trump, yang dibuat sejak kampanye presiden 2024, mengunggah video Donald dan Melania Trump menonton kembang api dengan lagu tersebut sebagai latar musiknya.
Diunggah dengan Nada Menyindir, Berakhir Dihapus
Caption video itu sendiri terdengar sengaja provokatif. āIām sure @Taylor Swift is going to be super excited we used her song! #taylorswift #maga #august,ā tulis akun tersebut.
Tapi tidak butuh waktu lama sebelum lagunya lenyap dari video itu. Jumat lalu, pengguna di Amerika Serikat menyadari lagu āAugustā sudah hilang dari klip TikTok tersebut, digantikan pesan: āThe copyright owner hasnāt made this sound available in your country.ā
Pesan itu jadi indikasi kuat bahwa pihak Taylor Swift, sebagai pemegang hak cipta lagunya, secara aktif mengambil langkah untuk mencabut penggunaan musiknya dari konten yang dianggap tidak diinginkan.
Bukan Kali Pertama Lagu Swift Jadi Korban
Masalahnya, ini bukan insiden pertama semacam ini.
Menurut laporan Variety, video Team Trump lain yang menggunakan lagu āFather Figureā milik Swift, diunggah sejak November 2025, juga mengalami nasib serupa, suaranya dicabut.
Namun yang menarik, penghapusan ini tidak berlaku menyeluruh untuk semua konten terkait Gedung Putih. Video resmi TikTok Gedung Putih dari November lalu yang menggunakan lagu āThe Fate of Opheliaā ternyata masih tetap utuh sampai sekarang. Artinya, langkah pencabutan ini tampaknya menyasar spesifik akun Team Trump yang memang dikenal kerap memakai musik Swift dengan nada menyindir.
Ketegangan yang Sudah Berlangsung Bertahun-Tahun
Gesekan antara Trump dan Swift sebenarnya bukan cerita baru yang muncul tiba-tiba.
Setelah Swift secara terbuka mendukung Kamala Harris di pemilu 2024, dan Trump sendiri pernah menyatakan āI HATE TAYLOR SWIFTā, akun Team Trump memang berulang kali memakai lagu-lagu Swift dengan nada yang terkesan menyindir di berbagai unggahan TikTok mereka.
Gedung Putih bahkan tidak bisa menahan diri saat Swift menikah dengan Travis Kelce di Madison Square Garden. Serangkaian meme langsung dilepas pada hari pernikahan tersebut di bulan Juli.
Menariknya, ketidaksukaan Trump terhadap Swift ternyata sudah ada jauh sebelum drama pemilu 2024. Jelang pemilu paruh waktu 2018, Swift sempat menyuarakan dukungannya untuk kandidat Senat dari Partai Demokrat, Phil Bredesen, melawan kandidat Republik Marsha Blackburn di Tennessee.
Saat itu, Trump yang menjabat presiden langsung menanggapi sikap Swift di depan Gedung Putih. āIām sure Taylor Swift knows nothing, and doesnāt know anything about [Blackburn],ā katanya, sebelum menambahkan dengan nada bercanda, āI like Taylorās music about 25 percent less now, OK?ā
Perseteruan yang Terus Berlanjut
Kalau dilihat dari polanya, gesekan ini sepertinya akan terus berulang setiap kali akun-akun terkait Trump mencoba memakai musik Swift sebagai alat sindiran politik.
Di sisi lain, langkah cepat pencabutan hak cipta ini menunjukkan bahwa tim Swift terus memantau ketat setiap penggunaan lagu-lagunya di ranah politik, khususnya yang dianggap tidak sesuai dengan sikap dan nilai yang selama ini ia perjuangkan secara terbuka.







