Modus Pura-Pura Belanja Sembako, Pria Ini Gasak 6 Karung Beras dari Toko di Denpasar

Seorang pria mencuri enam karung beras dari toko kelontong di Jalan Noja, Denpasar, dengan modus berpura-pura belanja sembako untuk mengalihkan perhatian pemilik toko. Polisi masih menyelidiki identitas pelaku.

By
Tim Redaksi
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak...
pria curi beras modus belanja Denpasar
Highlights
  • Pelaku pura-pura belanja telur dan sembako untuk alihkan perhatian pemilik toko di Jalan Noja
  • Enam karung beras dinaikkan diam-diam ke pijakan motor sebelum pelaku kabur tanpa bayar
  • Video CCTV pencurian ini viral di media sosial, polisi masih lakukan penyelidikan

Kadang aksi kejahatan paling licik justru dibungkus dengan sesuatu yang terlihat paling wajar: belanja sehari-hari.

Itu yang terjadi di sebuah toko kelontong di Jalan Noja, Denpasar, Jumat (7/8/2026). Seorang pria terekam CCTV mencuri enam karung beras ukuran 5 kilogram, dengan modus yang cukup rapi sampai pemilik toko sendiri tidak sadar sedang dirampok.

Modus yang Dimulai dari Pertanyaan Sederhana

Pemilik toko, Ni Made Kardi (66), sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Timur.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan pelaku mendatangi toko sekitar pukul 16.55 WITA dan menanyakan harga telur, sebuah pertanyaan yang terdengar sangat biasa untuk siapa pun yang datang berbelanja.

Korban pun mengambilkan permintaan tersebut. Tapi ternyata itu baru permulaan.

Pelaku terus meminta pemilik toko mengambilkan barang lain satu per satu, mulai dari minyak goreng, gula, kopi, sabun, sampai garam. Setiap kali korban sibuk mengambilkan barang, di situlah kesempatan pelaku beraksi.

Enam Karung Beras Dinaikkan Diam-Diam ke Motor

ā€œSaat korban mengambilkan barang-barang yang diminta oleh laki-laki tersebut, korban melihat laki-laki tersebut menaikkan beberapa karung beras,ā€ tutur Adi.

Yang membuat modus ini cukup licik, pelaku memanfaatkan momen ketika perhatian korban teralih untuk menaikkan enam karung beras ke pijakan kaki motor maticnya, sedikit demi sedikit, sampai korban baru menyadarinya belakangan.

Puncaknya, pelaku meminta korban membungkuskan telur ke dalam tas kresek. Begitu korban berbalik mengambil tas, pelaku langsung tancap gas meninggalkan toko tanpa membayar apa pun.

Di sinilah letak yang jarang dibahas soal modus pencurian semacam ini. Pelaku tidak perlu kekerasan atau ancaman apa pun, cukup memanfaatkan momen ketika korban sibuk melayani permintaan demi permintaan, sampai fokusnya benar-benar teralihkan dari barang dagangan lain di sekitarnya.

Video Viral, Pelaku Masih Diburu

Rekaman CCTV kejadian ini sudah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pelaku mengenakan kacamata hitam dan helm, serta memarkir motornya di pinggir jalan persis di depan toko sebelum beraksi.

Akibat kejadian ini, pemilik toko mengalami kerugian sekitar Rp465 ribu dari enam karung beras yang raib.

Sampai sekarang, polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak identitas pelaku. ā€œTerlapor masih lidik,ā€ ungkap Adi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026).

Kasus ini jadi pengingat bagi pemilik toko kelontong lain, khususnya yang melayani pembeli sendirian tanpa bantuan karyawan, untuk lebih waspada saat ada pembeli yang meminta banyak barang sekaligus secara berurutan, sebuah pola yang ternyata bisa jadi celah bagi modus pencurian serupa.

Share This Article
Follow:
Tim Redaksi Bali Reporter adalah kumpulan orang yang masih belum pede wajahnya dipajang di halaman bio. Alasannya macam-macam: takut ketemu debt collector, mantan yang tiba-tiba ngajak balikan, atau mertua yang mendadak jadi pembaca setia. Di luar itu, kami juga sibuk mencari colokan, WiFi yang kencang, tempat ngopi yang enak, dan alasan kenapa deadline selalu datang lebih cepat daripada jam pulang. Sampai hari ini kami belum pernah sepakat soal tempat ngopi terbaik di Bali. Tapi untuk satu hal, kami selalu kompak: berita harus enak dibaca.