Ada yang menarik dari gaya Syahrini saat bersepeda santai di Bali. Bukan karena busana serba putihnya, bukan pula karena kacamata hitam berukuran besar yang dipakainya. Justru dua benda kecil berwarna hijau yang membuat penampilannya terasa sangat Syahrini: tas Chanel dan sandal Hermès.
Syahrini tampaknya sedang menikmati suasana Bali dengan cara yang cukup santai. Dalam unggahan Instagram Story, ia terlihat bersepeda dengan pakaian dominan putih, lengkap dengan hijab putih, tunik atau outer longgar, legging dan kacamata hitam besar.
Sampai di sini sebenarnya tidak ada yang terlalu mengejutkan.
Sampai mata berpindah ke aksesori.
Gowes santai, tasnya bukan main

Tas hijau yang dibawa Syahrini disebut sebagai Chanel Small Shopping Bag berbahan crocodile embossed calfskin dengan detail gold-tone metal.
Dan ternyata harganya memang bukan kelas “tas buat bawa botol minum”.
Chanel mencantumkan model Small Shopping Bag tersebut sebagai bagian dari koleksi Spring-Summer 2026. Di situs resmi Chanel Amerika Serikat, model dengan material dan warna yang sama tercatat seharga US$7.300.
Harga di sejumlah pasar internasional juga berada di kisaran yang sama. Situs Chanel Singapura, misalnya, mencantumkan harga S$10.310, sementara data harga regional yang dihimpun Bragmybag mencatat harga Indonesia sekitar Rp137,1 juta.
Jadi, angka sekitar Rp130 juta yang beredar memang masuk akal, meski harga bisa berbeda tergantung negara, pajak dan pasar tempat produk tersebut dijual.
Yang menarik, tas ini memang sengaja punya bentuk yang cukup sederhana. Chanel membuatnya dengan siluet terstruktur berukuran sekitar 20 × 39 × 13 cm, dengan material kulit sapi bertekstur menyerupai kulit buaya dan aksen logam warna emas.
Dengan kata lain, dari jauh mungkin terlihat seperti tas hijau biasa.
Dari dekat, ceritanya berbeda.

Lalu ada sandal yang kelihatannya seperti sandal biasa
Bagian ini justru lebih menarik.
Syahrini disebut mengenakan Hermès Egerie Sandal warna Vert Embrun. Bentuknya adalah sandal thong dengan material waterproof TPU dan motif Chaîne d’Ancre, salah satu motif yang sangat identik dengan Hermès.
Hermès sendiri menjelaskan Egerie sebagai sandal berbahan TPU tahan air yang dibuat di Italia.
Model warna Vert Embrun juga memang tersedia. Salah satu pasar resale mencatat model tersebut dengan harga rilis US$295, sementara harga pasar sekunder dapat berubah tergantung ukuran, kondisi dan ketersediaan.
Jadi, menyebutnya sekadar “sandal jepit” memang secara bentuk tidak sepenuhnya salah.
Hanya saja, sandal jepit seharga beberapa juta rupiah punya cerita yang sedikit berbeda dari sandal yang biasa kita pakai ke minimarket.

Kenapa kombinasi ini justru terlihat menarik?
Di sinilah gaya Syahrini bekerja.
Ia tidak mengenakan pakaian yang penuh warna. Hampir seluruh outfit dibuat putih, sehingga tas dan sandal berwarna hijau menjadi titik perhatian.
Tas Chanel memberi struktur pada penampilan, sementara sandal Hermès membawa warna yang sama ke bagian bawah. Hasilnya, aksesori tersebut tidak terlihat seperti dua barang mewah yang kebetulan dipakai bersamaan.
Mereka terlihat sengaja dipasangkan.
Dan itu mungkin bagian paling menarik dari penampilan ini.
Karena kalau semua elemennya dibuat mewah sekaligus, hasilnya bisa terasa berlebihan. Syahrini justru menggunakan pakaian yang relatif sederhana sebagai latar, lalu membiarkan dua aksesori tersebut berbicara.
| Item | Detail | Perkiraan harga |
| Chanel Small Shopping Bag | Crocodile embossed calfskin, gold-tone metal | sekitar Rp137 juta* |
| Hermès Egerie Sandal | Waterproof TPU, motif Chaîne d’Ancre | sekitar Rp4–8 juta, tergantung pasar |
| Outfit | Dominan putih | Tidak diketahui |
*Harga Chanel dapat berbeda menurut negara dan pasar. Harga resmi AS yang tercantum saat ini adalah US$7.300.
Menariknya, gaya seperti ini juga cocok dengan citra Syahrini yang selama ini memang lekat dengan fashion dan barang-barang luxury. Ia tidak perlu mengenakan gaun pesta untuk terlihat mewah.
Kadang cukup bersepeda di Bali.
Dengan pakaian putih.
Sandal yang dari jauh terlihat seperti sandal biasa.
Dan sebuah tas yang harganya bisa membuat harga satu unit motor mendadak terasa murah.
Yang membuat cerita ini menarik bukan sekadar berapa harga barang yang dikenakan Syahrini. Bali justru menjadi latar yang membuat kontras itu semakin jelas: aktivitasnya santai, tetapi aksesori yang menemani perjalanan kecil tersebut tetap berada di dunia luxury fashion.
Dan untuk Syahrini, tampaknya gowes santai pun tetap punya urusan dengan gaya.







