Kalau kamu pikir war ticket cuma soal berebut tiket konser, ternyata fenomena serupa juga terjadi buat sesuatu yang jauh lebih sakral: menyaksikan langsung Upacara Peringatan HUT RI di Istana Merdeka.
Hari pertama perebutan undangan atau war ticket dibuka Rabu, 5 Agustus 2026, dan hasilnya di luar ekspektasi. Sebanyak 128.331 orang ikut mendaftar hanya dalam satu hari.
Peminatnya Tersebar di 36 Provinsi
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membagikan angka ini dengan nada penuh syukur.
āAlhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti war ticket, yang tersebar di 36 provinsi,ā kata Pras dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026).
Angka ini menunjukkan sesuatu yang menarik. War ticket ini bukan cuma diminati warga Jakarta atau daerah sekitar Istana, tapi hampir merata di seluruh provinsi Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Peminatnya Bahkan Datang dari 13 Negara
Yang membuat cerita ini makin menarik, peserta war ticket tidak cuma dari dalam negeri.
Pras menyebut ada pendaftar dari mancanegara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
Di sinilah letak insight yang jarang dibahas soal fenomena ini. Ketertarikan warga negara asing untuk ikut menyaksikan langsung upacara kemerdekaan Indonesia menunjukkan bahwa perayaan HUT RI bukan lagi sekadar acara seremonial domestik, tapi mulai menarik perhatian di level internasional, entah karena rasa penasaran budaya, koneksi personal dengan Indonesia, atau sekadar ingin merasakan langsung suasana perayaan kemerdekaan sebuah negara berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa.

Belum Berhasil? Masih Ada Kesempatan Kedua
Bagi yang belum beruntung mendapat undangan di hari pertama, Pras menyampaikan permintaan maaf sekaligus kabar baik.
āKami mohon maaf kepada masyarakat yang kemarin belum mendapatkan kesempatan memperoleh undangan. Hari ini (6/8) jam 10.00 WIB akan kembali dibuka war ticket. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, masih ada kesempatan untuk mencoba kembali,ā tuturnya.
Artinya, kompetisi mendapatkan tiket ini bukan cuma satu ronde saja. Bagi yang sudah menyiapkan alarm dan strategi klik tercepat di hari pertama tapi gagal, kesempatan kedua sudah menanti hari ini.
Pras juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku, supaya proses pendaftaran tetap berjalan tertib di tengah tingginya minat yang terus membesar dari hari ke hari.







